OTT KPK di Tulungagung

Bupati Gatut Sunu Ketakutan dan Sembunyi Meringkuk di Dalam Mobil Saat Dikejar Tim KPK

Drama operasi senyap KPK di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Jumat (10/4/2026) sore, mulai terungkap.

Editor: Juang Naibaho
Tribunjatim.com
OTT KPK - Mobil personel KPK tiba di Mapolres Tulungagung membawa pejabat dan dokumen dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (10/4/2026) malam. (kanan) Bupati Tulungagung Gatut Sunu turut terjaring OTT. (Tribunmataraman.com/David Yohanes) 

TRIBUN-MEDAN.com - Drama operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Jumat (10/4/2026) sore, perlahan mulai terungkap.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, sempat lari dan sembunyi di dalam mobil di area Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso saat dikejar tim KPK.
 
Suasana penangkapan berlangsung sangat tegang. 

Tim penyidik KPK yang tiba sekitar pukul 15.00 WIB langsung memblokir akses keluar-masuk pendapa.

Gerbang utama digembok rapat, sementara puluhan personel Satpol PP dan staf rumah tangga diminta menyerahkan telepon genggam mereka.

Berikut fakta-fakta di balik penangkapan Bupati Gatut Sunu Wibowo:

1. Ajudan Sempat Menghalangi Penangkapan Bupati Gatut

Drama pencarian sang bupati bermula ketika penyidik kehilangan jejak Gatut di area pendapa. 

Tim antirasuah kemudian menginterogasi ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal.

Awalnya, Yoga berkukuh tidak mengetahui keberadaan atasannya tersebut.

Namun, setelah mendapatkan tekanan dan interogasi intensif dari penyidik, Yoga akhirnya buka suara.

Ia menunjukkan lokasi persembunyian sang bupati yang ternyata sedang meringkuk di dalam salah satu mobil yang terparkir di garasi pendapa.

"Orang KPK sempat menanyakan keberadaan Pak Bupati, dan ajudan awalnya mengaku tidak tahu. Setelah ditekan, baru menunjukkan lokasi persembunyiannya di dalam mobil di garasi," ujar seorang sumber internal pendapa yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (11/4/2026).

2. Penyitaan Massal 40 Ponsel Satpol PP

Ketegangan tidak hanya terjadi saat penangkapan bupati. 

Tim KPK bertindak sangat tegas dengan menyita sedikitnya 40 ponsel milik siapa pun yang berada di lokasi saat itu, termasuk regu jaga Satpol PP shift siang maupun malam.

Ponsel-ponsel tersebut dimasukkan ke dalam plastik klip dan dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk kepentingan penyelidikan.

3. 12 Orang Digiring ke KPK

Bersamaan penangkapan Gatut, penyidik membawa Kabag Umum Yulius Rama Isworo beserta sejumlah koper dan kardus yang diduga berisi dokumen krusial dan barang bukti uang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved