Berita Nasional

Kapal Tanker Indonesia Masih Belum Bisa Lewat Selat Hormuz, Iran Pasang Ranjau di Rute Alternatif

Karena itu, setiap kapal yang hendak melintas harus mengikuti protokol khusus, termasuk koordinasi dan negosiasi dengan pihak keamanan Iran.

TRIBUN MEDAN/Istimewa/PIXABAY/GERHARD TRASCHUTZ)
Ilustrasi kapal tanker 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz masih harus menjalani prosedur ketat di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa seluruh kapal wajib bernegosiasi dengan otoritas Iran sebelum melintas, terutama dalam kondisi konflik yang masih berlangsung.

Protokol Ketat di Tengah Ketegangan

Menurut Boroujerdi, seperti dilansir Kompas.com, kondisi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini masih berbahaya akibat dampak konflik, termasuk ancaman ranjau laut.

Karena itu, setiap kapal yang hendak melintas harus mengikuti protokol khusus, termasuk koordinasi dan negosiasi dengan pihak keamanan Iran.

“Situasinya tidak normal, sehingga semua kapal harus mengikuti prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Kapal Pertamina Masih Tertahan

Dilansir Kompas.tv, dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Persia.

Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal Pertamina Pride berada di lepas pantai Arab Saudi, sementara kapal Gamsunoro terpantau di perairan Dubai, Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mengupayakan agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.

Rute Alternatif dan Ancaman Ranjau

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz untuk menghindari risiko ranjau laut.

Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya aman karena masih adanya ranjau yang belum ditemukan sejak konflik berlangsung.

Kondisi ini membuat akses pelayaran di kawasan tersebut masih terbatas dan penuh kehati-hatian.

Imbauan dan Upaya Diplomasi

Pihak Iran berharap adanya komunikasi intensif antarnegara, termasuk Indonesia, untuk memastikan keselamatan kapal-kapal yang melintas.

Negosiasi menjadi kunci utama agar aktivitas pelayaran tetap berjalan di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.

Sempat dibuka

Iran yang sempat membuka Selat Hormuz beberapa jam, kembali menutup jalur pelayaran minyak, Kamis (9/4/2026)

Penutupan ini mencuat usai sebuah kantor berita Iran melaporkan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz kembali dihentikan, beberapa jam setelah kapal tanker pertama diizinkan lewat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved