Berita Nasional
Kapal Tanker Indonesia Masih Belum Bisa Lewat Selat Hormuz, Iran Pasang Ranjau di Rute Alternatif
Karena itu, setiap kapal yang hendak melintas harus mengikuti protokol khusus, termasuk koordinasi dan negosiasi dengan pihak keamanan Iran.
TRIBUN-MEDAN.com - Kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz masih harus menjalani prosedur ketat di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa seluruh kapal wajib bernegosiasi dengan otoritas Iran sebelum melintas, terutama dalam kondisi konflik yang masih berlangsung.
Protokol Ketat di Tengah Ketegangan
Menurut Boroujerdi, seperti dilansir Kompas.com, kondisi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini masih berbahaya akibat dampak konflik, termasuk ancaman ranjau laut.
Karena itu, setiap kapal yang hendak melintas harus mengikuti protokol khusus, termasuk koordinasi dan negosiasi dengan pihak keamanan Iran.
“Situasinya tidak normal, sehingga semua kapal harus mengikuti prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Kapal Pertamina Masih Tertahan
Dilansir Kompas.tv, dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Persia.
Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal Pertamina Pride berada di lepas pantai Arab Saudi, sementara kapal Gamsunoro terpantau di perairan Dubai, Uni Emirat Arab.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mengupayakan agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman.
Rute Alternatif dan Ancaman Ranjau
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz untuk menghindari risiko ranjau laut.
Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya aman karena masih adanya ranjau yang belum ditemukan sejak konflik berlangsung.
Kondisi ini membuat akses pelayaran di kawasan tersebut masih terbatas dan penuh kehati-hatian.
Imbauan dan Upaya Diplomasi
Pihak Iran berharap adanya komunikasi intensif antarnegara, termasuk Indonesia, untuk memastikan keselamatan kapal-kapal yang melintas.
Negosiasi menjadi kunci utama agar aktivitas pelayaran tetap berjalan di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Sempat dibuka
Iran yang sempat membuka Selat Hormuz beberapa jam, kembali menutup jalur pelayaran minyak, Kamis (9/4/2026)
Penutupan ini mencuat usai sebuah kantor berita Iran melaporkan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz kembali dihentikan, beberapa jam setelah kapal tanker pertama diizinkan lewat.
| Anggota DPR RI Yahya Zaini soal Motor Listrik Sebut Sudah Disetujui Kemenkeu: Anggaran Tahun 2025 |
|
|---|
| WACANA War Tiket Haji Tanpa Antrean, DPR Kritik Keras, Dinilai Tidak Adil Bagi Jamaah |
|
|---|
| Ketum GRIB Hercules Tantang Menteri Maruarar, Minta Bukti Lahan Milik Negara di Tanah Abang |
|
|---|
| Jawaban Kepala BGN Dadan Ditanya Purbaya soal Motor Listrik MBG: Anggaran Tahun Lalu, Terlanjur |
|
|---|
| Jalani Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum Leonardi Singgung soal Kerugian: Tak Ada Uang Negara yang Keluar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapal-tanker-ilustrasi-tribunmedan.jpg)