Iran Vs Amerika Serikat

Hizbullah Serang Israel, Gempuran Roket Lebanon Dipakai untuk Balas Dendam

Hizbullah menegaskan bahwa aksi balasan tersebut akan terus berlanjut hingga agresi Israel dan sekutunya berhenti.

Tangkapan layar
BALAS SERANGAN - Israel melancarkan serangan besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu (8/4/2026), dan disebut sebagai salah satu serangan terberat sejak konflik terbaru pecah bulan lalu. Kelompok Hizbullah balas serangan Israel pada Kamis (9/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kelompok Hizbullah menyatakan telah menembakkan roket ke wilayah utara Israel pada Kamis (9/4/2026), sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Hizbullah menegaskan bahwa aksi balasan tersebut akan terus berlanjut hingga agresi Israel dan sekutunya berhenti.

Sementara itu, Israel melancarkan serangan besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu (8/4/2026), dan disebut sebagai salah satu serangan terberat sejak konflik terbaru pecah bulan lalu. 

Serangan ini menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.

Baca juga: Perusahaan Tambang Ketar-ketir, Prabowo Perintahkan Bahlil Basmi Tambang Ilegal, Abaikan Teman

Militer Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang tidak mencakup Lebanon, mengutip Xinhua.

Kecaman pun datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyebut skala korban jiwa dan kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan dan memperingatkan bahwa situasi ini mengancam stabilitas perdamaian yang rapuh di kawasan.

Baca juga: JADWAL Siaran Leg 2 8 Besar Liga Champions 2025/26, Real Madrid dan Barcelona Rawan Tersingkir

Iran Desak AS Tegakkan Gencatan Senjata: Termasuk Stop Serang Lebanon

Pemerintah Iran menegaskan bahwa ketentuan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) bersifat jelas dan eksplisit, serta tidak membuka ruang bagi interpretasi ganda.  

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui unggahan di platform X pada Rabu (8/4/2026).  

Araghchi mengatakan gencatan senjata tersebut juga termasuk untuk Lebanon.  

Araghchi menyoroti sikap Washington yang dinilai tidak konsisten, di tengah terus berlanjutnya serangan Israel ke wilayah Lebanon.  

Menurutnya, AS tidak bisa mengklaim mendukung gencatan senjata sekaligus membiarkan sekutunya melanjutkan operasi militer. 

Baca juga: JADWAL Live Semifinal Piala AFF Futsal 2026, Timnas Indonesia Vs Vietnam, Thailand vs Australia

Ia menegaskan bahwa kerangka gencatan senjata yang disepakati mencakup Lebanon.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved