Iran Vs Amerika Serikat
Sempat Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS-Israel Langgar Gencatan Senjata
Serangan Israel yang menyasar wilayah sipil dan kawasan komersial di Beirut, termasuk area yang menjadi basis Hezbollah
TRIBUN-MEDAN.com - Iran yang sempat membuka Selat Hormuz beberapa jam, kembali menutup jalur pelayaran minyak, Kamis (9/4/2026)
Penutupan ini mencuat usai sebuah kantor berita Iran melaporkan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz kembali dihentikan, beberapa jam setelah kapal tanker pertama diizinkan lewat.
Langkah tersebut langsung mengguncang jalur distribusi energi global memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi global, mengingat Selat Hormuzmerupakan salah satu rute paling vital bagi pengiriman minyak dunia.
Adapun keputusan Iran menutup kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz disebut tidak terlepas dari meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon, khususnya setelah serangan militer Israel yang menimbulkan korban besar di wilayah tersebut.
Baca juga: Pemkab Deli Serdang akan Tertibkan Bangunan Jl Tirta Deli, Eks Satpol PP Marolan Siaga Depan Rumah
Serangan Israel yang menyasar wilayah sipil dan kawasan komersial di Beirut, termasuk area yang menjadi basis Hezbollah, dilaporkan menewaskan ratusan orang.
Data yang dikutip dari NBC International menyebutkan sedikitnya 182 korban jiwa dalam satu hari, sementara sejumlah laporan internasional lainnya memperkirakan angka tersebut bisa mencapai lebih dari 250 orang, dengan lebih dari 1.000 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini disebut sebagai salah satu hari paling mematikan sejak konflik kembali memanas di kawasan tersebut.
Pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer tersebut merupakan langkah untuk menekan ancaman Hizbullah yang dinilai membahayakan keamanan nasional Israel.
Baca juga: JK Sarankan Jokowi Tunjukkan Ijazah, Dokter Tifa Curiga Ada Sinyal yang Disembunyikan
Iran Tuding AS–Israel Langgar Kesepakatan
Namun, Iran memiliki pandangan berbeda. Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati bersama Amerika Serikat.
Iran juga menegaskan Lebanon merupakan bagian dari satu front konflik yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika regional.
Oleh karena itu, serangan Israel yang terus berlanjut dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap komitmen damai yang telah disepakati bersama.
Lebih lanjut Iran juga menyoroti adanya laporan mengenai aktivitas drone asing yang masih memasuki wilayah udara Iran setelah gencatan senjata diumumkan.
Baca juga: Bocoran Thierry Henry, Kondisi Arsenal yang Menghawatirkan Rebut 2 Gelar Musim Ini
Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap klausul yang melarang segala bentuk agresi militer.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel masih menolak hak Teheran untuk melakukan pengayaan uranium, yang merupakan bagian penting dari proposal damai tersebut. Isu ini kembali menjadi titik krusial yang memperkeruh hubungan kedua pihak.
Alasan ini yang mendorong Iran untuk memperketat kontrol Selat Hormuz sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel, langkah ini juga dinilai sebagai sinyal keras kepada Amerika Serikat agar menegakkan komitmen dalam menjaga kesepakatan damai.
| Iran Makin Tak Gentar Diultimatum Trump Diminta Buka Selat Hormuz, Siapkan Pintu Neraka |
|
|---|
| Indonesia Pilih Gabung BoP, Iran Diduga Sakit Hati, Kapal Malaysia Bisa Lewati Selat Hormuz |
|
|---|
| Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Sasar Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran |
|
|---|
| Iran Diduga Rencanakan Drone Mematikan Serang Pantai California, FBI Panik Sebarkan Informasi |
|
|---|
| Presiden AS Sebut Perang dengan Iran Segera Berakhir, Trump: Kapan pun Saya Inginkan, Maka Berakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-jalur-pelayaran-strategis-yang-menghubungkan-Teluk-Persia-1.jpg)