Berita Viral
MANTAN Analis CIA Sebut Pernyataan Presiden Trump Palsu dan Menyesatkan, Bocorkan Kegagalan Misi
Mantan analis badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, Larry Johnson menggambarkan pernyataan resmi Trump sebagai palsu dan menyesatkan
TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan analis badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, Larry Johnson, menggambarkan pernyataan resmi Presiden Trump adalah palsu dan menyesatkan.
Ia menyatakan kalau penyelamatan pilot AS, yang dipuji Presiden Donald Trump sebagai kemenangan besar, sebenarnya adalah upaya untuk menutupi kegagalan operasi penyitaan uranium.
Johnson menegaskan kalau tujuan sebenarnya dari operasi militer besar-besaran AS di Iran bukanlah sekadar "menyelamatkan pilot yang hilang," seperti yang diumumkan secara resmi.
"Target utama operasi militer AS itu adalah upaya untuk menyita 400 kilogram uranium yang diperkaya yang disimpan dalam silinder khusus," kata Johnson dikutip dari Khrbn, Selasa (7/4/2026).
Johnson juga menekankan, ukuran pasukan yang terlibat (dilaporkan 155 pesawat) tidak sesuai dengan misi untuk menyelamatkan seorang pilot.
Ia menunjukkan bahwa pasukan Amerika mendarat di lapangan terbang yang sepi di gurun, tetapi pasukan Iran mengepung mereka tak lama setelah operasi dimulai.
Ia pun menggambarkan perencanaan tersebut sebagai "kegagalan", seraya menambahkan bahwa pasukan Iran menghancurkan dua pesawat angkut C-130 besar dan sebuah helikopter serang.
Baca juga: Trump Ingatkan Tenggat Waktu Ultimatum Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Iran dalam Satu Malam
Baca juga: Pasukan Pisau Swiss Army AS Berhasil Selamatkan 2 Pilot Jet Tempur F-15E yang Jatuh Ditembak Iran
Baca juga: Berpacu dengan Waktu, Pasukan AS Dahului IRGC Temukan Dua Pilot Jet Tempur F-15 yang Jatuh di Iran
Trump Puji CIA
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan kecerdasan CIA berperan penting dalam menyelamatkan pilot Amerika yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Iran. Berbicara pada konferensi pers Gedung Putih, Trump mengindikasikan kalau badan tersebut mendeteksi sesuatu yang bergerak menanjak di malam hari.
Ia menambahkan kalau CIA terus mengarahkan kamera pengawasan ke pilot tersebut selama 45 menit. Hal ini menyiratkan kalau CIA memiliki kemampuan pengawasan rahasia, mungkin berupa drone atau satelit, untuk melacak pergerakannya.
Pernyataan itu dilontarkan Trump setelah Direktur CIA John Ratcliffe mengungkapkan bahwa badan tersebut telah melakukan "kampanye disinformasi yang sukses". Decoy ini memberi waktu bagi pasukan AS untuk menyelamatkan seorang petugas sistem senjata dari pesawat F-15E Strike Eagle, yang telah melontarkan diri dari pesawat dan menjauh dari lokasi kecelakaan sementara pasukan Iran mati-matian mencarinya.
Ratcliffe menjelaskan kalau CIA menggunakan sumber daya manusia dan teknik yang tepat, dan petugas yang terluka ditemukan di celah gunung yang tidak terlihat oleh pasukan Iran. Dia menekankan bahwa evakuasi yang berhasil tersebut mempermalukan dan menghina Iran karena keberhasilan operasi yang berani ini.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Analis CIA: Operasi Penyelamatan Pilot Cuma Kedok, Target AS Curi 400 Kg Uranium
| PEMERINTAH Bakal Salurkan Motor Listrik ke Kepala Dapur MBG Tiap Daerah, Total 25.000 Unit Dipesan |
|
|---|
| 'Paman' Usman Resmi Pensiun dari Hakim MK Per 6 April 2026 , Ini Bakal Calon Penggantinya |
|
|---|
| Puspom TNI Sebut Ada Dua Oknum TNI Diduga Terlibat dalam Praktik Penyalahgunaan BBM Bersubsidi |
|
|---|
| SOSOK Alvira Lolos Farmasi Unair Jalur SNBP Pada Usia 14 Tahun, Ternyata Masuk TK Usia 3 Tahun |
|
|---|
| REAKSI Menteri HAM Natalius Pigai Dilaporkan Anak Buahnya Karena Mutasi: Untung Tidak Saya Copot! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Donald-Trump-amerika-presiden.jpg)