Perang AS dan Israel vs Iran

Trump Ingatkan Tenggat Waktu Ultimatum Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Iran dalam Satu Malam

Presiden Donald Trump kembali menegaskan sikapnya terkait ultimatum terhadap Iran agar segera membuka Selat Hormuz

Editor: Juang Naibaho
Kolase Tribun/kompas
Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ultimatum terhadap Iran agar segera membuka Selat Hormuz sebagai jalur energi global. Trump mengancam akan menghancurkan Iran dalam satu malam apabila gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan sikapnya terkait ultimatum terhadap Iran agar segera membuka Selat Hormuz sebagai jalur energi global.

Dalam ultimatum tersebut, Trump mengancam akan menghancurkan Iran dalam satu malam apabila gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan.

Menurut laporan BBC, Selasa (7/4/2026), tenggat waktu tersebut ditetapkan pada pukul 20.00 waktu Washington DC pada Selasa (7/4/2026) atau Rabu (8/4/2026) pukul 07.00 WIB.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa ia meyakini para pemimpin Iran yang dianggap rasional tengah berunding dengan itikad baik, meskipun hasil akhirnya masih belum dapat dipastikan.

Sementara itu, Iran menolak proposal gencatan senjata sementara dan justru mendorong penghentian konflik secara permanen serta pencabutan sanksi, syarat yang dinilai Trump tidak bisa dipenuhi.

Baca juga: Presiden AS Donald Trump Diisukan Kena Stroke, Begini Jawaban Resmi Gedung Putih

Konferensi pers Donald Trump yang digelar bersama Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth berlangsung beberapa hari setelah pasukan AS mengevakuasi dua awak jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di wilayah selatan Iran. 

Meski sebagian besar pernyataannya menyoroti apa yang ia sebut sebagai penyelamatan heroik terhadap awak tersebut, Trump kembali menegaskan peringatannya bahwa AS dapat melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran. 

Serangan tersebut akan dilancarkan oleh AS jika Selat Hormuz tidak kembali dibuka sebelum batas waktu yang telah ditentukan dalam ultimatumnya. 

“Seluruh negara bisa dikuasai dalam satu malam, dan malam itu bisa saja besok malam,” ujarnya pada Senin (6/4/2026). 

Setelah tenggat waktu berlalu, tambah Trump, Iran akan dikembalikan ke "Zaman Batu". 

"Mereka tidak akan memiliki jembatan. Mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik," katanya. 

Meskipun Iran sebelumnya menolak tuntutan AS, Trump terus menyatakan optimisme bahwa Iran bernegosiasi dengan itikad baik setelah sejumlah lapisan kepemimpinan Iran tewas dalam serangan AS dan Israel. 

Menurut seorang pejabat regional yang mengetahui diskusi tersebut, kemajuan yang signifikan dalam suatu negosiasi dinilai kecil kemungkinannya terjadi tanpa adanya gencatan senjata terlebih dahulu.

Pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitifnya perundingan itu mengatakan bahwa proses negosiasi menjadi rumit akibat kesulitan menyampaikan dan menerima pesan dari pejabat Iran di tengah pemadaman komunikasi yang sedang berlangsung. 

“Untuk menyampaikan pesan ke Iran, hampir tidak mungkin mendapatkan respons dalam waktu yang wajar. Rata-rata waktu respons mencapai sekitar satu hari atau lebih,” katanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved