Makan Bergizi Gratis

BGN Sebut Penyebab 72 Siswa Keracunan di Jaktim karena Menu MBG Tak Segar

BGN buka suara tentang penyebab keracunan 72 siswa usai menyantap menu MBG di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara tentang penyebab keracunan 72 siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

BGN telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami pemicu keracunan massal pada Kamis (2/4/2026) itu.

Berdasarkan pemeriksaan, BGN mengakui pemicu keracunan dikarenakan makanan yang dikonsumsi para siswa dalam kondisi tidak segar.

Puluhan siswa yang menyantap menu MBG pun mengalami mual hingga muntah-muntah. Sebagian siswa juga mengalami demam.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, tidak segarnya menu MBG dikarenakan jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi.

Sehingga menurunkan kualitas menu yang disajikan, yakni spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta stroberi.

“Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar,” kata Nanik, dalam keterangannya dikutip Minggu (5/4/2026).

Terkait hal tersebut, BGN menyatakan insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap mitra penyedia makanan.

Selain itu, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menghentikan sementara operasional dapur terkait. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik.

BGN juga mengungkapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa yang menyiapkan menu MBG belum memenuhi standar dapur.

Termasuk belum memiliki tata letak yang sesuai dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Karena itu, operasional dapur tersebut dihentikan sementara tanpa batas waktu.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” kata Nanik.

72 Siswa Keracunan

Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di Jakarta Timur mengalami keracunan makanan pada Kamis (2/4/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved