Berita Viral
Terjadi Lagi, Aktivis Disiram Air Keras Diduga Kritik Tambang, Ahmad Sahroni: Besok Siapa lagi
Lagi, kasus penyerangan penyiraman air keras. Kali ini korbannya aktivis Muhammad Rosidi di Bangka Belitung.
TRIBUN-MEDAN.com - Lagi, kasus penyerangan penyiraman air keras.
Kali ini terjadi di Bangka Belitung.
Korban penyiaman air keras kali ini Muhammad Rosidi.
Rosidi merupakan aktivis lingkungan asal Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.
Pelaku penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Baca juga: Pemain Persib Tampil di Piala Dunia 2026 Frans Putros Bek Andalan Irak, Terima Kasih Bobotoh
Insiden tersebut menyebabkan Rosidi mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk kaki, tangan, dan selangkangan.
Peristiwa itu terjadi pada 17 Februari 2026 di wilayah Toboali, Bangka Selatan.
Baca juga: Siap-siap Kena Sanksi bagi PNS/ASN Ketahuan Keluyuran saat WFH, Bisa Turun Pangkat
Rosidi baru mengungkap kejadian tersebut pada Senin (1/4/2026).
Ia menduga aksi penyerangan itu berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap praktik penambangan ilegal dan aktivitas penyelundupan.
Baca juga: Cara Bayar UTBK-SNBT 2026 dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI Pembayaran Dibuka hingga 08 April 2026
Kasus ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Baca juga: Resmi Berlaku Mulai April Tarif Listrik PLN, Rumah Tangga dan Bisnis, Berikut Rincian Besaran Tarif
Dia mengaku geram atas kejadian tersebut dan meminta Kapolda Bangka Belitung untuk turun langsung menangani perkara itu.
“Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan.
Maka saya minta Pak Kapolda Bangka Belitung tegas dan langsung turun tangan mengatensi kasus ini. Dan jangan berlama-lama, segera usut fakta-fakta kejadiannya. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya,” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Menurut Sahroni, maraknya intimidasi dan serangan terhadap pihak yang menyuarakan kritik menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat sipil jika tidak segera ditangani secara tegas.
Baca juga: Resmi Berlaku Mulai April Tarif Listrik PLN, Rumah Tangga dan Bisnis, Berikut Rincian Besaran Tarif
“Kasus intimidasi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kemarin Andrie Yunus dari KontraS, nah ini baru lagi ketahuan ada kejadian di Babel. Besok siapa lagi? Bisa saja menimpa siapa pun di luar sana. Pola seperti ini jelas berbahaya bagi keamanan masyarakat sipil. Maka polisi harus segera ungkap dan pidanakan pelakunya, dan pastikan ini adalah yang terakhir,” ujar Sahroni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ahmad-sahroni-saat-wawanacra.jpg)