Berita Viral
CURHAT Ibunda Darrel Korban Peluru Nyasar TNI AL, Disuruh Buat Video Minta Maaf dan Hapus Postingan
Ibunda Darrel, Dewi Murniati, muncul dengan curahan hatinya yang pilu atas kondisi anaknya yang jadi korban peluru nyasar Marinir
TRIBUN-MEDAN.com - Siswa SMPN 33 Gresik, Jawa Timur, menjadi korban peluru nyasar dari latihan tembak prajurit TNI Angkatan Laut Korps Marinir.
Korban bernama Darrell Fausta Hamdani, berusia 14 tahun. Insiden ini terjadi pada 17 Desember 2025 lalu, sekitar pukul 10.00 WIB saat para siswa sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di dalam musala sekolahnya.
Namun, persoalan ini ternyata belum tuntas sampai saat ini.
Ibunda Darrel, Dewi Murniati, kini muncul dengan curahan hatinya yang pilu atas kondisi anaknya.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026) siang, Dewi Murniati mengaku sempat diminta membuat video permintaan maaf dan menghapus unggahannya di media sosial.
Ia menyebut permintaan itu awalnya didasari kebuntuan mediasi dengan pihak kesatuan Marinir saat mediasi kedua pada 19 Februari 2026.
Baca juga: Kajari Danke Rajagukguk Jawab Narasi Sesat Penangguhan Penahanan Amsal Sitepu: Maaf, Salah Ketik
Saat mediasi tersebut, Dewi selaku pihak yang dirugikan awalnya mengajukan surat berisi permintaan untuk menyelesaikan kasus secara damai, tetapi ditolak.
"Draf perjanjian yang saya ajukan itu satu pun tidak ada yang dipakai sama mereka. Justru mereka itu membuat draf sendiri," ucap Dewi.
Draf balasan dari pihak kesatuan justru berbalik menuntut Dewi untuk meminta maaf.
"Yakni yang pertama, saya sebagai ibu korban harus membuat permintaan maaf di dalam video yang itu video tersebut dibuat di batalion mereka, di samping saya men-take down surat terbuka yang sudah saya buat pada bulan Februari usai saya laporan ke POM AL," ujar Dewi.
Sementara itu, orangtua dari korban lainnya bernama Renheart, sudah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan juga membuat video permintaan maaf kepada TNI AL.
Permintaan maaf tersebut diminta oleh pihak kesatuan TNI AL karena Dewi disebut mencoreng nama baik lembaga dengan mengungkapkan tuduhan palsu mengenai kasus tersebut.
"Saya diminta meminta maaf kepada TNI AL karena unggahan saya di media sosial, terutama karena saya bilang ada intimidasi, ya jelas saya tolak dong," ujar Dewi.
Enam Tuntutan Korban
Dewi menjelaskan, awalnya draf yang ia susun dan dikirim kepada TNI AL memiliki total enam tuntutan.
Ia menuntut agar TNI AL memohon maaf atas insiden peluru nyasar, bertanggung jawab atas kerugian materiil dan immateriil, menanggung biaya medis dan psikologis hingga tuntas, bertanggung jawab atas efek jangka panjang, mempermudah korban masuk TNI jika berminat, serta memberikan tali asih.
| Pernikahan Unik di Rembang, Pengantin Pria Berikan Mahar Bibit Pohon Mangga |
|
|---|
| Vicky Polisi Pembongkar Korupsi Dimutasi Mendadak, Ajukan Resign Baru Disetujui Setelah Setahun |
|
|---|
| NEKAT Tidur di Mushala Sambil Berpelukan, 3 Remaja Disiram Air, Kini Dibina Polisi |
|
|---|
| NASIB Nakes di Aceh Joget-joget Saat Operasi di RSUD Datu Beru, Langkah Hukum Tengah Disiapkan |
|
|---|
| Usai Sita Uang dari Rumah Politisi PDIP Ono Suroso di Bandung, KPK Lanjut Geledah Rumah di Indramayu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dewi-Murniati-ibu-dari-siswa-SMP-di-Gresik-korban-peluru-nyasar-TNI-AL.jpg)