Berita Nasional

Menkeu Purbaya Tambah Subsidi Energi Rp100 Triliun Upaya Prabowo Tahan Harga BBM Tak Naik

pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup longgar untuk mengantisipasi tekanan tambahan belanja subsidi energi.

TRIBUN MEDAN/Instagram/@purbaya/ kompas.com
TAMBAH SUBSIDI ENERGI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kebutuhan anggaran subsidi BBM akan ditambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun upaya Presiden Prabowo Subianto tidak menaikkan harga BBM. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kebutuhan anggaran subsidi BBM akan ditambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun upaya Presiden Prabowo Subianto tidak menaikkan harga BBM.

Pemerintah telah memutuskan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi tidak naik, meski harga minyak dunia mengalami lonjakan.

Harga minyak dunia diketahui telah melonjak ke kisaran 100 dolar AS hingga 116 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak terhadap jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Menyikapi tidak naiknya harga BBM, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kebutuhan anggaran subsidi BBM akan ditambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun. 

Baca juga: KETUA Komisi III DPR Klaim Ada Narasi Sesat Dibangun Kejari Karo, Mahasiswa Demo Amsal Sitepu Bebas

"Sekitar Rp 90 triliun sampai Rp 100 triliun (tambahan subsidi). Nanti kita hitung lagi. Itu (hanya) subsidi. kompensasi kan lain lagi hitungannya," kata Purbaya dikutip dari Kontan, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup longgar untuk mengantisipasi tekanan tambahan belanja subsidi energi.

"Jadi ruang (fiskal) kita masih terbuka lebar sebetulnya. Jadi Anda ngak perlu takut dengan kondisi APBN," kata Purbaya.

Adapun  sumber pembiayaan tambahan anggaran tersebut, pemerintah akan mengandalkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga melalui beberapa tahap penghematan.

Baca juga: Pinkan Mambo Menolak Malu, Rela Ngamen Sambil Joget dan Ngelosot, Dulu Dibayar Mahal Jadi Duet Maia

"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana-sini. Kita melakukan tahap satu, tahap dua, tahap 3 di belanja K/L yang ngak terlalu jelas," katanya.

Kemudian, pemerintah juga memiliki cadangan melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini disebut telah mencapai sekitar Rp 420 triliun. 

Purbaya pun menegaskan penggunaan SAL belum menjadi opsi utama saat ini untuk penambahan anggaran subsidi energi.

 Harga BBM Tak Naik

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM baik itu subsidi maupun non subsidi. 

Hal itu disampaikan Prasetyo melalui  pesan tertulis, Senin, (31/3/2026).

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved