Berita Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia : Kalau BBM Naik, Harganya Tidak Terlalu Jauh

Bahlil menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, sesuai dengan keputusan dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH
GEBRAKAN MENTERI BAHLIL - Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia mulai mencari sumber baru minyak mentah di luar Timur Tengah guna mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, memastikan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2026.

Bahlil menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, sesuai dengan keputusan dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tidak adanya kenaikan harga BBM per 1 April 2026, tidak hanya berlaku untuk BBM subsidi, namun juga berlaku untuk non-subsidi.

Sebelum pengumuman tersebut diungkap ke publik, terdapat kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kabar kenaikan harga BBM, imbas kenaikan harga minya dunia.

Kepastian ini diharapkan dapat meredam kecemasan publik sekaligus menjaga stabilitas konsumsi energi di dalam negeri, terutama menjelang periode mobilitas masyarakat yang masih tinggi.

“Kami menyampaikan bahwa pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” ujar Bahlil dalam konferensi pers secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

BAHAS STORAGE BBM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok energi Indonesia saat ini berada di kisaran 23 hari, sementara kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25-26 hari.
BAHAS STORAGE BBM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok energi Indonesia saat ini berada di kisaran 23 hari, sementara kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25-26 hari. (Tangkapan layar)

Ia menjelaskan, kebijakan harga tetap ini tidak hanya berlaku untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, tetapi juga untuk BBM non-subsidi, termasuk yang dipasarkan oleh badan usaha swasta.

Menurut Bahlil, hingga saat ini pemerintah bersama PT Pertamina dan pengelola SPBU swasta masih melakukan pembahasan terkait formula harga yang tepat di tengah dinamika harga minyak global yang cenderung fluktuatif.

Oleh karena itu, keputusan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu hasil kajian lebih lanjut.

“Untuk BBM non-subsidi, sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lainnya sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Jadi artinya belum juga ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembahasan tersebut akan dilanjutkan secara lebih intensif setelah pemerintah kembali ke Jakarta, mengingat saat ini sejumlah menteri, termasuk Presiden RI, tengah melakukan kunjungan bilateral ke Korea Selatan.

“Menyangkut dengan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi, akan kami kembali ke Jakarta, baru kami akan melakukan pembahasan dengan melihat dinamika yang ada,” katanya.

Meski membuka peluang adanya penyesuaian di masa mendatang, Bahlil memastikan pemerintah akan berupaya agar perubahan harga jika terjadi, tidak memberatkan masyarakat.

“Inshaallah kalau memang ada penyesuaian, kami upayakan tidak terlalu jauh dari harga yang berlaku saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan akan mengikuti sepenuhnya kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah terkait harga BBM.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved