Berita Viral

Australia Krisis BBM, 500 Lebih SPBU Kehabisan Stok, Kini Minta Pasokan ke Amerika Serikat

Krisis bahan bakar di Australia kian memburuk dalam beberapa hari terakhir setelah Iran menutup Selat Hormuz.

Editor: AbdiTumanggor
gapyear.com
Kota Sydney Opera House, Australia 

TRIBUN-MEDAN.COM - Australia dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM) beberapa hari terakhir, ditandai dengan 500 lebih stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) kehabisan stok.

Terkait kondisi yang kian memburuk ini, pemerintah Australia mengambil langkah darurat dengan memesan pasokan energi dari Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. 

Gangguan pasokan ini bukan saja karena ketersediaan minyak global karena pembatasan Selat Hormuz, melainkan juga dipicu persoalan distribusi dan lonjakan permintaan di dalam negeri.

Berdasarkan laporan Anadolu Agency, dikutip pada Sabtu (28/3/2026), krisis bahan bakar di Australia telah meluas dengan lebih dari 500 SPBU dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

Bahkan, sejumlah SPBU dilaporkan kosong total. Menteri Energi Australia Chris Bowen mengatakan sebanyak 520 SPBU mengalami kekurangan pasokan bahan bakar.

“Sebanyak 520 stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri mengalami kekurangan setidaknya satu jenis bahan bakar,” ujarnya, seperti dikutip ABC Australia. 

Di negara bagian New South Wales, situasi menjadi salah satu yang paling terdampak.

Dari sekitar 2.400 SPBU, sebanyak 32 dilaporkan tidak memiliki bahan bakar sama sekali, 313 kekurangan setidaknya satu jenis bahan bakar, dan 187 lainnya kehabisan diesel.

Pemerintah setempat menyebut, seluruh SPBU yang benar-benar kehabisan stok berada di wilayah regional, menunjukkan tekanan distribusi yang lebih berat di luar kota besar.

Otoritas menekankan, kondisi ini bukan akibat kelangkaan total pasokan energi, melainkan lebih pada gangguan distribusi. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya permintaan dalam waktu singkat.

Pemerintah federal Australia telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi tekanan pasokan tersebut.

Salah satunya adalah dengan melonggarkan standar bahan bakar diesel selama enam bulan guna meningkatkan fleksibilitas pasokan.

Selain itu, pemerintah juga telah melepaskan sebagian cadangan bahan bakar nasional untuk membantu menstabilkan distribusi di pasar domestik.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat suplai bahan bakar ke SPBU yang mengalami kekosongan, terutama di wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa distribusi masih menjadi tantangan utama, terutama di daerah regional yang memiliki keterbatasan infrastruktur logistik. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved