Berita Viral
CERITA Mahfud MD Ada Napi Korupsi Bisa Keluar Penjara Diam-diam dan Bertemu Teman di Hotel Mulia
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD bercerita bahwa dirinya pernah mendapati narapidana (napi) kasus korupsi yang keluar dari penjara secara diam-diam.
TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali mengungkap cerita mengejutkan terkait praktik yang terjadi di balik jeruji penjara.
Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026), Mahfud menceritakan pengalamannya mendapati seorang narapidana kasus korupsi yang bisa keluar dari penjara secara diam-diam.
Mahfud menuturkan, napi tersebut bukan hanya keluar untuk urusan tertentu, melainkan sempat bertemu dengan temannya di Hotel Mulia, Jakarta.
Ia menggambarkan bagaimana seorang anggota DPR yang ingin membesuk rekannya di penjara justru diarahkan untuk bertemu di hotel.
“Begitu hari Minggu, sesuai janji mau ke lapas jam 8. Tapi ternyata bukan di penjara tempatnya, melainkan di Hotel Mulia. Jadi yang ngatur orang di penjara itu, di hotel, di lantai sekian. Dan mereka bertemu di situ,” ujar Mahfud sambil tertawa.
Menyamar dengan Jenggot
Mahfud menambahkan, ketika napi tersebut keluar dari penjara, mereka biasanya menyamar agar tidak dikenali.
Salah satu cara adalah dengan memakai jenggot palsu.
Selain itu, napi juga diinstruksikan untuk tidak bertegur sapa dengan siapapun, bahkan jika bertemu keluarga.
“Kalau ada orang negor, pura-pura tidak kenal saja. Meski itu saudara sendiri, harus lewat begitu saja. Semua sudah diatur,” jelasnya.
Ponsel di Balik Jeruji
Tak hanya soal keluar penjara, Mahfud juga membongkar praktik peminjaman ponsel lewat sipir.
Ia mengaku pernah mendapati seorang mantan menteri yang sedang dipenjara bisa menelepon dan mengirim pesan lewat WhatsApp.
“Waktu saya Menko, saya lihat dia nelepon, padahal sedang dipenjara. Saya sempat tweet karena kasihan, ternyata rakyat tahu bahwa napi bisa telepon dari penjara. Saya sendiri tidak sadar kalau itu sebenarnya tidak boleh,” ungkap Mahfud.
Cermin Lemahnya Pengawasan
| Dinamika Birokrasi Simalungun, ASN Pindah ke Pemko Siantar: Antara Profesionalisme dan Kepentingan |
|
|---|
| KELUARGA Klaim Siraman Air Keras ke Andrie Yunus Bentuk Pembunuhan Berencana, Pelaku Bukan Sipil |
|
|---|
| SOSOK Ismail Adham dan Asrul Azis Taba, Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji Periode 2023-2024 |
|
|---|
| ISI Pertemuan Prabowo dengan Kaisar Jepang, Singgung Tentang Perlindungan Hutan dan Lingkungan Hidup |
|
|---|
| SOSOK Pelaku Pembunuhan Karyawan Ayam Geprek, Tubuh Korban Dimutilasi dan Disimpan di Freezer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/MAHFUD-MD-GELENG-KEPALAsdfds.jpg)