Berita Viral

Pria yang Tawarkan Jasa Seksual Ternyata Seorang Guru MTs, Kini Nasibnya Dipecat

Ia resmi dipecat dari pekerjaannya setelah diduga terlibat dalam aksi penawaran jasa seksual di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Istimewa
JASA SEKSUAL VIRAL - Geger! Pria di Pamulang tawarkan jasa seksual via kertas, warga murka dan turun tangan cepat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria yang membuat geger di warga di kawasan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan karena menawarkan jasa seksual ternyata berprofesi sebagai guru.

Seorang guru tersebut berinisial IK. Ia guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Sawangan Kota Depok.

Aksi IK sebelumnya mendadak viral setelah rekaman video amatir beredar luas di jagat maya.

Dalam video tersebut, IK yang mengenakan baju kuning terlihat diamankan oleh warga di kawasan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Kamis (26/3/2026) malam.

IK diduga nekat menawarkan layanan seksual secara terang-terangan melalui secarik kertas yang berisi daftar tarif.

Baca juga: Menkeu Purbaya Sepakat MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, BGN Minta Dikecualikan Daerah 3T

Mirisnya, tarif yang ditawarkan bervariasi tergantung kategori usia pelanggan.

Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa, dengan kisaran harga Rp 20.000 hingga Rp 100.000.

Saat kejadian, warga yang geram langsung membawa IK ke salah satu rumah warga untuk diinterogasi.

Setelah dimintai keterangan, oknum guru tersebut diminta membuat surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya sebelum akhirnya dilepaskan.

Peristiwa ini memicu reaksi luas dari masyarakat, khususnya karena pelaku merupakan seorang tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa.

Baca juga: Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Dianggap Rugikan Negara Rp 200 Juta Proyek Profil Desa di Karo

Pihak sekolah dan yayasan bergerak cepat menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan investigasi internal. 

Tak butuh waktu lama, keputusan tegas pun diambil dengan memberhentikan yang bersangkutan dari posisinya sebagai guru.

Langkah ini diambil sebagai bentuk menjaga integritas lembaga pendidikan serta merespons keresahan publik yang semakin meluas. 

Kasus ini juga menjadi peringatan keras terkait etika dan moral yang harus dijunjung tinggi oleh para pendidik.

Di sisi lain, pihak berwenang masih mendalami kebenaran dan kronologi kejadian yang sebenarnya, guna memastikan fakta di balik viralnya kasus tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved