Kontroversi Korupsi Amsal Sitepu
Kasus Amsal Sitepu Terdakwa Korupsi Video Profil Desa, Mengaku Tidak Ada Niat Mencuri Uang Negara
Amsal Sitepu diketahui telah mengajukan proposal ke 20 desa di Kabupaten Karo.
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus yang menjerat videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, bukan sekadar perkara selisih angka dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Perkara ini memperlihatkan benturan antara standar biaya birokrasi di atas kertas dengan realitas biaya produksi industri kreatif di lapangan.
Dalam dakwaan, selisih harga pembuatan video profil desa disebut sebagai mark-up karena dianggap lebih tinggi dari biaya riil versi auditor.
Namun di sisi lain, pelaku industri kreatif menilai perhitungan tersebut sering hanya menghitung biaya fisik seperti sewa kamera, transportasi, dan konsumsi, sementara biaya intelektual seperti man-hours editing, penyusunan konsep, color grading, hingga sound design kerap tidak dianggap sebagai biaya nyata.
Padahal, dalam produksi video profesional, justru biaya terbesar sering berada pada tahap pasca-produksi, di depan layar komputer, bukan di lokasi syuting.
Kasus ini bermula saat Amsal Sitepu melalui perusahaannya mengajukan proposal pembuatan video profil desa ke sejumlah desa di Kabupaten Karo untuk tahun anggaran 2020–2022.
"Bahwa Terdakwa melakukan pembuatan profil desa dan menggunakan perusahaan Terdakwa yakni CV. Promiseland dengan biaya pembuatan sebesar Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) untuk setiap desa," tulis PN Medan.
Menurut analisis auditor, harga yang seharusnya untuk satu video adalah Rp24.100.000. Selisih inilah yang kemudian menjadi dasar dugaan mark-up.
Namun, pertanyaannya: apakah selisih itu benar mark-up, atau perbedaan cara menghitung biaya antara auditor dan industri kreatif?
Dalam persidangan, Amsal menjelaskan bahwa biaya yang disusun dalam RAB merupakan satu kesatuan produksi profesional.
"Ide dan konsep tidak mungkin nol. Editing, cutting, dan dubbing itu pekerjaan profesional. Itu bukan pekerjaan yang muncul begitu saja," katanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa biaya kreatif bukan hanya biaya alat, tetapi juga biaya keahlian dan waktu kerja intelektual.
Dubbing dan Sound Design: Suara yang Tak Berharga di Mata Hukum?
Dalam video profil profesional, kualitas audio sama pentingnya dengan kualitas gambar.
Ada beberapa komponen biaya yang sering tidak terlihat secara fisik:
Amsal Sitepu
videografer
Karo
korupsi
pengadilan
Tribun-medan.com
Berita Viral
Kontroversi Korupsi Amsal Sitepu
| Viral Fenomena Langit Merah di Australia Barat, Siklon Tropis Narelle Jadi Penyebab |
|
|---|
| Pemuda BN Tewas Tubuh Dipenuhi 19 Anak Panah di Papua, Polisi Imbau Warga Tetap Tenang |
|
|---|
| Soso dan Penyebab 2 Mayat di Atas Masjid, Sampai Ada Belatung Ternyata Tewas Kena Setrum |
|
|---|
| TAMPANG Pembunuh Ermanto Usman, Korban Dikenal Vokal Membela Buruh, Motif Masih Didalami |
|
|---|
| FAKTA-FAKTA Pembunuhan Staf Bawaslu Maria Simaremare, Sudah Dua Tahun Dipacari Pelaku Suharlan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Direktur-CV-Promiseland-Amsal-Christy-Sitepu-saat-membacakan-pembelaan.jpg)