Berita Nasional

Klaim Bahlim Sudah Temukan Sumber Minyak Selain dari Timur Tengah, Jamin Stok BBM Melimpah

Bahlil belum mengungkapkan secara rinci negara mana yang menjadi sumber baru tersebut.

TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH
GEBRAKAN MENTERI BAHLIL - Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia mulai mencari sumber baru minyak mentah di luar Timur Tengah guna mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong berbagai negara untuk menyesuaikan strategi energi mereka, termasuk Indonesia.

Pemerintah kini mengambil langkah diversifikasi pasokan minyak mentah guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia telah menemukan sumber baru untuk impor minyak mentah (crude), sebagai alternatif selain dari kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Meski demikian, Bahlil belum mengungkapkan secara rinci negara mana yang menjadi sumber baru tersebut.

Ketergantungan pada Timur Tengah Mulai Dikurangi

Bahlil menjelaskan bahwa selama ini sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah.

 Sementara sisanya dipasok dari berbagai negara lain seperti Angola, Amerika Serikat, dan Brasil.

Seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan seluruh pasokan dari Timur Tengah ke sumber alternatif.

Pastikan Stok BBM Aman

Di tengah upaya diversifikasi, pemerintah memastikan bahwa kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri masih berada di atas standar minimal yang ditetapkan.

"Jadi stok BBM kita, insyaAllah, dalam kondisi yang aman, standar minimal memenuhi syarat," ujar Bahlil.

Hal ini memberikan jaminan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa gangguan dalam waktu dekat.

Belum Ada Pembatasan atau Kenaikan Harga BBM

Bahlil juga menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk membatasi pembelian BBM, terutama yang bersubsidi.

Selain itu, harga BBM bersubsidi juga dipastikan tidak mengalami kenaikan.

"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama," ujarnya.

Menurut Bahlil, keputusan untuk tidak menaikkan harga maupun membatasi subsidi didasarkan pada pertimbangan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved