Berita Viral
BBM Kosong, Filipina Lumpuh, Kendaraan Mogok, Warga Jalan Kaki, Jeritan Pengemudi: Tidak Ada Bantuan
Filipina sedang dalam status darurat energi nasional akibat lonjakan harga bahan bakar dan krisis pasokan, memicu mogok sopir angkot
TRIBUN-MEDAN.COM - Filipina sudah mulai dihantam krisis energi atau bahan bakar minyak sejak Kamis (26/3/2026). Hal itu dipicu konflik antara Amerika Serikat- Israel dengan Iran.
Kenaikan harga solar dan bensin hingga lebih dari dua kali lipat. Data terbaru menunjukkan, harga BBM di pasaran Filipina kini berada di level yang memberatkan masyarakat.
Bensin dijual di kisaran 84 hingga 110 peso per liter, sedangkan solar telah menembus angka 100 peso per liter dan bahkan mencapai sekitar 133 peso per liter di sejumlah wilayah.
Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan memperparah tekanan ekonomi di sektor transportasi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.
Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor minyak, Filipina menjadi salah satu yang paling terdampak oleh gejolak harga tersebut. Para pengemudi transportasi umum mengaku tidak mampu lagi menanggung biaya operasional yang terus meningkat. Kenaikan harga BBM yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan membuat banyak dari mereka merugi setiap hari.
Krisis BBM Picu Mogok Massal
Situasi ini lantas memicu aksi mogok massal selama beberapa hari yang dipimpin oleh koalisi transportasi dan diikuti oleh pengemudi jeepney angkutan umum khas Filipina serta ojek dan layanan transportasi online.
Mereka menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta penghapusan pajak bahan bakar yang dinilai memberatkan. Selama aksi berlangsung, sebagian besar armada transportasi umum berhenti beroperasi, menyebabkan gangguan besar pada mobilitas warga.
Ribuan pekerja dan pelajar terpaksa berjalan kaki menuju tujuan mereka, sementara sebagian lainnya mengantre panjang untuk mendapatkan tumpangan gratis yang disediakan pemerintah sebagai langkah darurat. Kondisi ini memperparah situasi di Manila yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat kepadatan tertinggi di Asia.
Lumpuhnya transportasi publik tidak hanya menghambat aktivitas harian masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas ekonomi, dengan banyak pekerja terlambat bahkan tidak dapat masuk kerja.
Pemogokan ini menjadi cerminan tekanan berat yang dirasakan sektor transportasi di tengah lonjakan harga energi, sekaligus menunjukkan betapa krusialnya peran transportasi publik dalam menjaga stabilitas aktivitas perkotaan.
Jeritan Pengemudi: Tidak Ada Penghasilan, Tidak Ada Bantuan
Di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Filipina ini, para pengemudi transportasi menjadi kelompok yang paling terdampak. Tidak hanya kehilangan penghasilan, sebagian dari mereka juga mengaku belum menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah, memperparah tekanan ekonomi yang mereka hadapi.
Guillermo Japole (62), seorang sopir jeepney, menjadi salah satu potret nyata krisis tersebut. Ia mengaku tidak lagi memiliki pemasukan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya. “Saya tidak menerima bantuan tunai, tidak ada penghasilan, tidak ada makanan,” ujar Japole sebagaimana dikutip dari BBC International.
Dengan lima anak yang masih menjadi tanggungannya, kondisi ini membuat keluarganya berada di ambang krisis, bahkan terancam kehilangan tempat tinggal karena tidak mampu membayar sewa.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh banyak pengemudi lain yang belum menerima bantuan sebesar 5.000 peso dari pemerintah. Di tengah kenaikan harga BBM yang tajam, ketiadaan bantuan membuat mereka kesulitan bertahan, sehingga mogok kerja menjadi pilihan terakhir.
Filipina
Krisis Energi Dunia
Krisis Energi
Filipina Krisis BBM
Filipina Darurat Nasional
BBM Kosong Filipina Lumpuh
Filipina Lumpuh Warga Jalan Kaki
| Aipda Rudi Ditahan Propam Buntut Kejar Pemotor hingga Tewas Tabrak Tiang, Keluarga Bersedia Damai |
|
|---|
| Goda Kekasih Orang Berujung Tragis, Lansia 80 Tahun Asal Singapura Tewas dan Jasadnya Dicor |
|
|---|
| Penyebab Dokter Muda Andito Meninggal Diduga karena Campak, Kemenkes Cek Sumber Penularan |
|
|---|
| Nasib Dokter Richard Lee, Masa Penahanannya di Rutan Akan Diperpanjang |
|
|---|
| Daftar 7 Negara di ASEAN Terapkan WFH Termasuk Indonesia dan Vietnam Antisipasi Krisis Energi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/FILIPINA-KRISIS-ENERGI-NASIONAL.jpg)