Berita Viral

Negara Teluk Mulai Terseret ke Dalam Perang Iran, Arab Saudi: Antara Kesabaran dan Tekanan

Ketegangan di Teluk Persia semakin meningkat seiring dengan langkah-langkah baru yang diambil oleh sekutu Amerika Serikat

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/AFP/FADEL SENNA/VIA KOMPAS.COM
Sebuah yacht berlayar dengan latar belakang asap hitam mengepul setelah serangan Iran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketegangan di Teluk Persia semakin meningkat seiring dengan langkah-langkah baru yang diambil oleh sekutu Amerika Serikat.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara kunci di kawasan, perlahan-lahan mulai terseret ke dalam perang melawan Iran.

Meski belum secara terbuka mengerahkan militer mereka, tanda-tanda keterlibatan semakin jelas, terutama setelah serangan Iran yang berulang kali menghantam infrastruktur energi vital di kawasan.

Arab Saudi: Antara Kesabaran dan Tekanan

Arab Saudi baru-baru ini mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan udara King Fahd di barat Semenanjung Arab.

Keputusan ini menandai langkah penting yang memperkuat kemampuan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut semakin condong untuk mengambil keputusan bergabung dalam serangan, meski belum diumumkan secara resmi.

Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kesabaran Riyadh terhadap serangan Iran tidaklah tak terbatas.

Ia memperingatkan bahwa anggapan Iran mengenai ketidakmampuan negara Teluk untuk merespons adalah sebuah kesalahan perhitungan.

Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang semakin menekan kerajaan untuk mengambil sikap lebih tegas.

Baca juga: ARAB SAUDI Usir Perwakilan Militer Iran dan Kedutaannya, Resmi Tutup Ruang Diplomatik

Uni Emirat Arab: Membekukan Aset dan Menutup Fasilitas Iran

Sementara itu, UEA mengambil langkah finansial yang signifikan dengan membekukan aset Iran.

Negara yang selama bertahun-tahun menjadi pusat keuangan bagi bisnis dan individu Iran kini menutup fasilitas-fasilitas yang terkait langsung dengan Teheran, termasuk Rumah Sakit Iran dan Klub Iran di Dubai.

Langkah ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berpotensi membatasi akses Iran terhadap mata uang asing dan jaringan perdagangan global.

Dengan ekonomi domestik yang sudah tertekan oleh inflasi dan sanksi, tindakan UEA dapat memperparah kesulitan finansial Teheran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved