Berita Viral

ARAB SAUDI Usir Perwakilan Militer Iran dan Kedutaannya, Resmi Tutup Ruang Diplomatik

Arab Saudi menyatakan menutup ruang diskusi dengan militer Iran yang sedang konflik dengan Israel. 

TRIBUN MEDAN
ARAB SAUDI -- Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat mengumumkan bahwa atase militer Iran beserta asistennya dan tiga staf kedutaan lainnya dinyatakan sebagai persona non grata. Status tersebut berarti mereka tidak lagi diterima secara resmi oleh pemerintah setempat dan diwajibkan meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Arab Saudi menyatakan menutup ruang diskusi dengan militer Iran yang sedang konflik dengan Israel

Penutupan ruang diplomasi ini memang sudah terjadi sebelum Iran dibombardir Israel

Arab Saudi memiliki padangan ideologi yang berbeda dengan Iran

Keputusan ini menandai eskalasi terbaru dalam hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai rivalitas politik, militer, dan ideologis.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat mengumumkan bahwa atase militer Iran beserta asistennya dan tiga staf kedutaan lainnya dinyatakan sebagai persona non grata.

Status tersebut berarti mereka tidak lagi diterima secara resmi oleh pemerintah setempat dan diwajibkan meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam.

Baca juga: TITIK RAWAN Kemacetan Arus Balik Mudik Lebaran, Jalur Utama Menuju Tol: Medan dan Pematangsiantar

Baca juga: PEMBERIAN Tahanan Rumah Oleh KPK Jadi Polemik, Tim Hukum Gus Yaqut Janji Eks Menteri Agama Tak Kabur

Dalam pernyataan resminya, otoritas Saudi menyebut langkah ini sebagai respons langsung atas apa yang mereka gambarkan sebagai rangkaian serangan berkelanjutan dari Iran terhadap wilayahnya.

Pemerintah Saudi menilai situasi keamanan telah memburuk secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memerlukan tindakan cepat dan tegas untuk menjaga stabilitas nasional.

Meski tidak merinci bentuk serangan yang dimaksud, pernyataan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan intensitas konflik tidak langsung antara kedua negara.

Selama ini, rivalitas Arab Saudi dan Iran kerap tercermin dalam konflik proksi di berbagai kawasan Timur Tengah, termasuk di Yaman, Suriah, dan Lebanon.

Langkah pengusiran diplomat ini juga berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik yang sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara diketahui mulai membuka jalur komunikasi untuk meredakan ketegangan, namun perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa fondasi rekonsiliasi tersebut masih rapuh.

Pengamat hubungan internasional menilai keputusan Saudi dapat memicu respons balasan dari Iran, baik dalam bentuk diplomatik maupun strategi lain yang lebih luas.

Jika eskalasi berlanjut, stabilitas kawasan Teluk yang menjadi jalur vital perdagangan energi global berisiko terganggu.

Di tengah dinamika tersebut, komunitas internasional diperkirakan akan terus memantau perkembangan situasi dengan cermat, mengingat dampaknya tidak hanya bersifat regional, tetapi juga global.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved