Berita Nasional

Alasan Polisi 5 Hari Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus yang Terekam CCTV Belum Tertangkap

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman

TRIBUN MEDAN/(Tangkapan layar video)
PELAKU - Dua pengendara motor berboncengan diduga menyiram air keras ke arah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sudah lima hari sejak kejadian pada, Kamis (12/3/2026) lalu, pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus belum berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian, Selasa (17/3/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku.

“Kami masih mendalami atau menganalisis dari temuan CCTV yang diperoleh dari jalur-jalur yang diduga dilalui oleh para pelaku tersebut,” ujar Iman dalam tayangan Kompas Malam di Kompas TV, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, selain menganalisis rekaman kamera pengawas, penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang saat ini sedang berjalan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku diketahui telah membuntuti korban sejak selesai mengikuti kegiatan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Korban kemudian diikuti hingga sempat berhenti di SPBU Cikini Raya untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.

“Di TKP itulah terjadi penyiraman,” kata Iman.

Polisi juga menduga para pelaku merupakan orang yang terlatih. Dugaan ini muncul setelah penyidik melakukan analisis digital terhadap pola pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Menurut Iman, para pelaku terlihat bergerak dengan tenang dan terstruktur dari satu titik ke titik lainnya menjelang kejadian.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.

Setelah melakukan aksi penyiraman, para pelaku langsung melarikan diri dengan berpencar melalui rute yang berbeda.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengumpulkan rekaman CCTV dari 86 titik yang merekam perjalanan para pelaku.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit,” jelasnya.

Rekaman CCTV tersebut menunjukkan para pelaku sempat berkumpul di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sebelum bergerak melalui sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Monas hingga menuju kantor YLBHI.

Setelah korban keluar dari kantor YLBHI, para pelaku mulai mengikuti hingga akhirnya melakukan penyiraman air keras di kawasan Jalan Salemba I sekitar pukul 23.35 WIB.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved