Berita Viral
RS Santa Elisabeth Medan Bantah Lakukan Malapraktik Atas Kematian Balita Jesicca Sipayung
Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan membantah melakukan Malapraktik, yang mengakibatkan seorang balita perempuan bernama Jesicca Sipayung.
Jesicca berulang kali meminta keluar, karena ketakutan jauh dari orang tuanya. Bahkan, lanjut Helmi, anaknya sampai buang air besar akibat ketakutan sendirian.
Karena tak bisa ditemani, balita itu sempat meminta susu ke ibunya, namun tidak diperbolehkan pihak RS.
"Terus, saya bilang sama perawatnya. Suster, boleh nggak dikasih susu. Belum bisa ya, bu. Kalau pun anaknya mau minum susu, kita pasang selang dulu,"katanya menirukan percakapan.
Usai tak bisa diberi susu, Jesicca disebut sempat meminta empeng sebagai pengganti. Lantaran tak juga diperbolehkan, Helmi meminta agar perawat memanggil suaminya agar diizinkan untuk menemani Jessica. Tapi lagi-lagi permintaan ditolak.
"Saya bilang, suster, tolonglah panggilkan bapaknya karena saya lihat dia di dalam itu sudah tidak seperti di ruangan tadi. Dia sudah seperti ketakutan kali gitu, dan nggak boleh, nggak dibolehkan bergantian."
Tak lama kemudian, Helmi pergi sebentar mencari empeng untuk anaknya.
Sekitar 10 menit, ia kembali dan sudah melihat tenaga kesehatan diduga sedang memicu detak jantung Jesicca. Tak lama kemudian, sekira pukul 23:30 WIB, anaknya dinyatakan meninggal dunia.
"Lalu saya mengambil empeng keluar. Tidak ada 10 menit di luar, saya masuk, anak saya sudah tidak ada lagi. Dia sudah dipicu dadanya."
Mendengar anaknya dinyatakan meninggal dunia, hati wanita ini hancur lebur. Namun, ia masih ingat para perawat panik menanyakan kemana dokter yang seharusnya menangani tidak ada di tempat.
"Dan di situ saya lihat perawat itu mengatakan, mana dokter, mana dokter. Dokter tidak ada di situ. Maka saya kecewa. Anak saya dimasukkan ke dalam itu, tetapi dokter tidak ada."
Mengenai peristiwa ini, Helmi sudah 2 kali bertemu dengan pihak rumah sakit, namun ia merasa tidak ada kepastian.
Ia merasa pihak RS Santa Elisabeth Medan menutup-nutupi penyebab pasti kematian anaknya.
"Dan, jawaban perawat, antara perawat dan dokter itu berbeda. Sepetinya mereka ada menutupi sesuatu gitu."
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihaknya telah menerima laporan Helmi Saragih.
Ia menyebut, pihaknya akan memproses laporan masyarakat. "Kita akan kroscek laporannya,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (16/3/2026).
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca juga: Anak dan Ayah Rencanakan Pembunuhan Taksi Online Dihukum Penjara Seumur Hidup
Baca juga: Dilaporkan ke Polda Sumut, RS Elisabeth Medan Bantah Malapraktik hingga Balita 2 Tahun Meninggal
| PUSDOKKES Ungkap Penyebab Korban Jiwa Insiden Kereta di Bekasi: Benturan Keras di Kepala dan Dada |
|
|---|
| DAYCARE Little Aresha Dirusak dan Dipenuhi Coretan Makian dan Amarah |
|
|---|
| TERNYATA Maruf Amin Pernah Marah Saat Rapat Perpres Miras, Minta Jokowi Jangan Teken, Dilihat Luhut |
|
|---|
| KASUS Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Militer, KontraS: Kami Tidak Mau Datang |
|
|---|
| ISAK TANGIS Ibu Nur Ainia Terima Jenazah Putrinya, Karyawati KompasTV Meninggal Kecelakaan Kereta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Helmi-Saragih-31-seorang-ibu-rumah-tangga-tak-kuasa.jpg)