OTT KPK di Cilacap

KPK Catat OTT Ketiga Maret 2026, Setelah Pekalongan dan Rejang Lebong Kini Operasi Senyap di Cilacap

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).

|
Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com/Danny Permana
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jl HR Rasuna Said, Jakarta. KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Operasi senyap kali ini di wilayah Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).

Ini menjadi OTT ketiga lembaga antirasuah tersebut pada Maret 2026.

OTT KPK di Cicalap ini menjadi operasi senyap ketiga atau hattrick medio Maret 2026 ini.

Sebelumnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT pada 3 Maret 2026. 

Ia diduga terlibat korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. 

Pada 9 Maret lalu, KPK melakukan operasi senyap di Bengkulu.

Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari diamankan bersama timnya atas dugaan suap terkait ijon proyek menjelang bulan Ramadan.

27 Orang Ditangkap

Sebanyak 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). 

“Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat. 

Budi mengatakan, saat ini, Syamsul Auliya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif kemudian dibawa ke Jakarta. 

“Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih,” ujar dia. 

Budi mengatakan, barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap ini berupa uang tunai. Namun, ia belum mengungkapkan jumlah uang tersebut. 

Budi mengatakan, OTT tersebut terkait dengan dugaan penerimaan Bupati Cilacap Syamsul Aulia terkait proyek-proyek di Pemkab.

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup hari ini di wilayah Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved