Sumut Terkini

Reaksi Gubernur Sumut Warga Antre di SPBU, Bobby Nasution: Kita Tak Pernah Kehabisan BBM

Peristiwa itu dipicu warga panic buying lantaran isu stok bahan bakar minyak (BBM) akan langka akibat perang antara Iran melawan Amerika dan Israel.

TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Program Gentengisasi- Gubernur Sumut Bobby Nasution saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Jumat (6/2/2026). Bobby menyambut positif soal program Presiden Prabowo terkait gentengisasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengomentari banyaknya masyarakat yang menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini.

Peristiwa itu dipicu warga panic buying lantaran isu stok bahan bakar minyak (BBM) akan langka akibat perang antara Iran melawan Amerika dan Israel.

Bobby memastikan stok BBM di Sumut masih dalam kondisi aman.

Dia lalu mengimbau agar kepala daerah di Sumut terus mengedukasi masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan.

Bobby mengatakan, dari pantauannya beberapa hari terakhir ini, terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di berbagai daerah di Sumut.

ANTRE BBM- Antrean BBM di Jalan Cokroaminoto, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan yang masih tergolong normal, Jumat (6/3/2026). Masyarakat berharap tidak ada panic buying agar tidak dimanfaatkan mafia.
ANTRE BBM- Antrean BBM di Jalan Cokroaminoto, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan yang masih tergolong normal, Jumat (6/3/2026). Masyarakat berharap tidak ada panic buying agar tidak dimanfaatkan mafia. (TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap)

Bahkan, akibat antrean tersebut, beberapa SPBU kehabisan stok lebih cepat daripada biasanya.

"Saya harap kepala daerah terus edukasi masyarakat karena kalau saya perhatikan setelah saya mengunjungi beberapa kabupaten kota, panic buying cuma di kota-kota saja," ujar Bobby Nasution saat acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DPD Gerindra Sumut di Santika Premiere Dyandra Hotel, Sabtu, Sabtu (7/3/2026).

Tak Perlu Panik

Dia lalu mengibaratkan bahwa ketersediaan stok BBM nasional itu seperti tangki mobil yang akan kembali diisi sebelum benar-benar habis.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik.

"Jadi, tidak perlu panik, selama ini kita tidak pernah kehabisan BBM walau tempat penyimpanan BBM kita hanya 25 hari karena sebelum habis sudah diisi," katanya.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai antrean panjang yang terjadi lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian berlebih atau panic buying.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya tidak perlu panik karena ketersediaan BBM nasional masih dalam kondisi aman.

“Masyarakat tidak perlu panik. Selama ini ketersediaan pasokan BBM kita rata-rata untuk 20 hari ke depan, bahkan bisa sampai maksimal 25 hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, angka tersebut merujuk pada kapasitas maksimum daya tampung kilang atau gudang BBM.

Artinya, jumlah tersebut merupakan kemampuan penyimpanan maksimal yang dimiliki, bukan berarti setelah 20 hari stok akan habis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved