Berita Nasional

Daya Tampung BBM RI Cuma 25 Hari, Bahlil: Pemerintah Segera Bangun Storage Baru

Bahlil mengakui keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi tantangan utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Tangkapan layar
BAHAS STORAGE BBM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok energi Indonesia saat ini berada di kisaran 23 hari, sementara kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25-26 hari. 

TRIBUN-MEDAN.com -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan pemerintah segera bangun penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional, di tengah kekurangan storage yang hanya maksimal 26 hari.

Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok energi Indonesia saat ini berada di kisaran 23 hari, sementara kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25-26 hari.

Bahlil menyebut, kondisi itu masih berada di atas standar minimum nasional, namun jauh dari standar ketahanan energi negara maju yang bisa mencapai beberapa bulan.

“Stok BBM, crude, dan LPG kita rata-rata di atas standar minimum nasional, yaitu 21 hari. Saat ini berada di kisaran 23 hari,” kata Bahlil dalam konferensi pers usai rapat Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dikutip dari video KompasTV.

Baca juga: Respons Polda Metro Jaya Beredarnya Surat Permintaan THR ke Pengusaha, Surat Berkop Satlantas

Ia mengakui keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi tantangan utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Memang storage maksimal kita hanya 25-26 hari. Karena itu pemerintah sedang membangun storage baru dengan target kapasitas hingga tiga bulan, sesuai standar internasional,” terangnya.

Saat ditanya apakah stok 23 hari cukup, Bahlil menjelaskan posisi saat ini masih aman karena berada di atas batas minimum.

“Standar nasional 21 hari. Kita sekarang 23 hari. Kalau mau 240 hari, kita harus bangun storage dulu. Mau taruh di mana kalau belum ada fasilitasnya?” tuturnya.

Bahlil menyampaikan, pemerintah akan membangun tangki penyimpanan energi baru di Sumatera. Studi kelayakan (feasibility study/FS) tengah berjalan dan ditargetkan mulai konstruksi tahun ini.

Baca juga: Beri Siswa Menu MBG Roti Berjamur, SPPG di Padangsidimpuan Kena Batunya, Kini Ditutup BGN

Menurut Bahlil, langkah tersebut penting sebagai antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang sulit diprediksi, termasuk dampak perang di Timur Tengah terhadap jalur distribusi energi dunia.

“Kita tidak bisa meramalkan kapan ketegangan ini selesai. Tetapi kita harus mengambil skenario terburuk,” ujarnya.

Penutupan Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap perdagangan minyak global. Sekitar 20,1 juta barel minyak per hari melintasi jalur tersebut.

Meski demikian, Bahlil menegaskan Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan yang melewati Selat Hormuz, karena porsinya diperkirakan hanya sekitar 20–25 persen dari total impor minyak dari Timur Tengah.

Alasan Cuma Mampu Bertahan 25 Hari

Bahlil Lahadalia membeberkan alasan mengapa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini hanya mampu bertahan maksimal sekitar 25 hari.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved