Berita Nasional

Alasan Prabowo Tak Akan Setop MBG: Daripada Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Bisa Makan

Ia bahkan menyinggung kekhawatiran bahwa pengalihan dana justru bisa membuka celah terjadinya korupsi.

TRIBUN MEDAN
OPEN HOUSE LEBARAN -- Momen Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat melalui gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan berjalan tanpa pemotongan anggaran, meskipun situasi global tengah memanas akibat konflik di Iran yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam pandangannya, menjaga keberlanjutan program ini jauh lebih penting daripada melakukan realokasi anggaran yang berisiko disalahgunakan.

Ia bahkan menyinggung kekhawatiran bahwa pengalihan dana justru bisa membuka celah terjadinya korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi bersama sejumlah jurnalis dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar, Retno Pinasti, turut mengajukan pertanyaan langsung kepadanya.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya dalam diskusi tersebut dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu (21/3/2026).

DEBAT PANAS - Diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan jurnalis senior Najwa Shihab berlangsung panas saat membahas aksi demonstrasi pada Agustus 2025. Momen tersebut terjadi ketika Najwa mengajukan pertanyaan kritis terkait batas antara kritik terhadap pemerintah dan tindakan yang dianggap sebagai upaya 'makar'.
DEBAT PANAS - Diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan jurnalis senior Najwa Shihab berlangsung panas saat membahas aksi demonstrasi pada Agustus 2025. Momen tersebut terjadi ketika Najwa mengajukan pertanyaan kritis terkait batas antara kritik terhadap pemerintah dan tindakan yang dianggap sebagai upaya 'makar'. (TRIBUN MEDAN)

Bagi Prabowo, keputusan mempertahankan program ini bukan tanpa alasan.

Ia mengaku pengalaman selama masa kampanye memberinya gambaran nyata tentang kondisi anak-anak di berbagai daerah yang masih mengalami kekurangan gizi.

"Saya lihat ketika kampanye (pilpres) sekian kali, di desa-desa anak umur 11 tahun, badannya anak empat tahun," katanya.

Kondisi tersebut memperkuat keyakinannya bahwa program MBG merupakan langkah yang tepat dan tidak boleh dikorbankan, bahkan di tengah tekanan ekonomi global.

"Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai masih banyak pos anggaran lain yang dapat dioptimalkan atau dihemat sebagai respons terhadap krisis di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah efisiensi di sejumlah sektor.

Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.

MBG Tidak Masuk Program Kena Efisiensi Anggaran

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved