Berita Nasional

Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Pastikan Stok BBM Aman dan Tanpa Kenaikan Jelang Lebaran

Bahlil juga memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Hari Raya Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada 21-22 Maret 2026.

Kolase Tribun Medan
STOK BBM AMAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pastikan stok bahan bakar minyak (BBM) maupun gas elpiji aman untuk momen lebaran di tengah penutupan Selat Hormuz. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pastikan stok bahan bakar minyak (BBM) maupun gas elpiji aman untuk momen lebaran.

Hal itu dipantau di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz buntut konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Selat Hormuz merupakan selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, serta menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

"BBM kita untuk menjelang hari raya Idul Fitri, Insya Allah semua aman, termasuk dengan elpiji. Jadi enggak perlu ada keraguan sekalipun ada dinamika global di Iran dan Israel," ungkapnya kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Isi Surat Satlantas Minta THR ke Pengusaha Kini Dialami Kapolres, Surat Resmi atau Tidak?

Bahlil juga memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Hari Raya Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada 21-22 Maret 2026.

Tetapi, untuk BBM non-subsidi, Bahlil menyiratkan potensi fluktuasi harga.

"Untuk harga BBM non-subsidi itu memang mekanisme pasar dan itu sesuai dengan Permen tahun 2022 daripada ESDM," ungkapnya.

Sementara pada jumpa pers, Bahlil menyebut stok elpiji dan BBM dipastikan aman hingga lebih 21 hari ke depan.

"Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," ungkapnya.

Baca juga: Profil Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran Bersahaja, Putra Pandai Besi yang Dihormati Rakyat

Alihkan Impor ke AS
 
Bahlil juga menyatakan, pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk atas pasokan minyak mentah atau crude oil untuk mengantisipasi berlanjutnya konflik antara AS-Israel dengan Iran.

Salah satu solusi yang diambil adalah mengalihkan impor crude ke AS dari Timur Tengah.

Menurut dia, penutupan Selat Hormuz oleh Iran berisiko mengganggu distribusi minyak ke pasar dunia dan situasi itu disebut tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Bahlil menyebut, apabila krisis terhadap pasokan minyak berlangsung lama, maka pemerintah menyiapkan strategi pengalihan sumber impor minyak mentah demi memastikan pasokan dalam negeri tetap tersedia tanpa gangguan distribusi.

Baca juga: Di Balik Operasi PETI, Dansat Brimob Polda Sumut Pimpin Penyerahan Bantuan untuk Warga Panabari

Menurut dia, sebanyak 20-25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. 

"Dengan berbagai macam dinamika yang ada, alhamdulillah ternyata setelah tadi kita detailing, dari total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved