Berita Nasional

Selain AHY, Nama Puan Maharani Juga Disebut Jadi Koordinator Penyebar Isu Ijazah Palsu Jokowi

Masuknya nama Puan Maharani usai disebut dalam narasi video yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin Channel

TRIBUN MEDAN
DITUDING - Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dituding termasuk tokoh yang menjadi penyebaran isu ijazah palsu Jokowi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani juga disebut sebagai koordinator penyebar isu ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi).

Masuknya nama Puan Maharani usai disebut dalam narasi video yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin Channel pada Minggu (22/3/2026).

Selain AHY dan Puan Maharani, ada satu nama tokoh lain yang disebut dalam video itu.

Yakni, mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

 Dalam narasi video yang beredar luas itu, nama Puan Maharani juga disebut sebagai koordinator penyebaran isu ijazah palsu Jokowi.

Namun, hingga kini Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Politik tersebut belum memberikan tanggapan, klarifikasi ataupun bantahan.

Isi Video

Dalam video yang diunggah, AHY dinarasikan berperan sebagai koordinator untuk menyebarkan informasi terkait kasus ijazah Jokowi.

Adapun penyebaran seluruh informasi itu harus seizin AHY selaku koordinator yang disebut turut dijabat oleh Puan.

Video itu juga menarasikan bahwa bukti ini sudah disampaikan ahli digital forensik, Rismon Sianipar, ke Polda Metro Jaya.

Rismon merupakan salah satu tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi bersama dengan pakar telematika, Roy Suryo, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Bahkan, AHY dituding turut membiayai upaya penyebaran informasi kasus ijazah Jokowi.

"Rismon menyebut dana fantastis Rp50 miliar yang ia bongkar sebelumnya diduga kuat melibatkan jejaring komunikasi yang melibatkan tokoh-tokoh penting di partai besar, termasuk Demokrat."

"Hal inilah yang membuat posisi AHY berada di bawah radar aparat penegak hukum," kata narator dalam video tersebut, dikutip pada Kamis (26/3/2026).

Bantahan Petinggi Demokrat

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved