Berita Viral

KONFLIK Iran vs Israel, Kapolri Instruksikan Densus 88 Tingkatkan Keamanan: Zero Terrorist Attack

Konflik Iran vs Israel di timur tengah menimbulkan kekhawatirkan di seluruh dunia. 

(Tribunnews)
PERGANTIAN KAPOLRI - Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir dalam perayaan HUT TNI Angkatan Udara (AU) Ke-77, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Isu pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kapolri menyita perhatian publik, DPR meminta rakyat menunggu hingga akhir tahun 

TRIBUN-MEDAN.com - Konflik Iran vs Israel di timur tengah menimbulkan kekhawatirkan di seluruh dunia. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan perintah agar Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) tingkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya Iran. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.

Sigit menyebut, saat ini kepolisian memonitor 13.252 kelompok yang terindikasi jaringan teror. 

Konflik global yang tengah terjadi dinilai berpotensi memicu dampak lanjutan, termasuk di Indonesia.

“Ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," ujar Sigit, dikutip Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Penyelenggaraan Ramadan Fair Jadi Sorotan, Indikasi Dugaan Jual Beli Stan hingga Fasilitas Minus  

Baca juga: Netanyahu Bantah Kantornya Hancur Dihantam Rudal Balistik Iran, Kini Saling Klaim Operasinya Sukses

Kapolri juga menyoroti pengibaran bendera merah di Iran sebagai simbol pembalasan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ia meminta Densus 88 mengantisipasi segala potensi ancaman guna mempertahankan kondisi zero terrorist attack di Indonesia, meski secara geografis Indonesia tidak terlibat dalam konflik tersebut.

"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," tuturnya.

Selain itu, Sigit mengungkapkan pihaknya telah mengamankan tujuh orang yang diduga terkait jaringan teror menjelang pelaksanaan mudik 2026. 

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan unsur intelijen, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," tutur dia.

Baca juga: IPSI Medan Gelar Muskot Pemilihan Ketum Periode 2026/2030, Abdul Haris Muda Siregar Calon Tunggal

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved