Berita Viral
MUNDURNYA Dirjen Sumber Daya Air dan Dirjen Cipta Karya Usai Temuan BPK Kerugian Negara Rp 3 Triliun
Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Dwi Purwantoro, resmi mengundurkan diri
Januari 2025: BPK mengirim surat pertama, mencatat potensi kerugian hampir Rp 3 triliun.
Agustus 2025: Surat kedua dari BPK, nilai kerugian turun jadi sekitar Rp 1 triliun, disertai rekomendasi pembentukan majelis adhoc dan tim satker.
Belum ditindaklanjuti optimal: Rekomendasi BPK tidak segera dijalankan, sehingga masalah berlarut.
Dugaan monopoli proyek: Proyek di Balai diduga dimonopoli oknum pengusaha berafiliasi dengan oknum pejabat menengah di wilayah, dengan fee hingga 50 persen.
Pengunduran diri Dirjen: Dewi Chomistriana (Cipta Karya) dan Dwi Purwantoro (SDA) mundur di tengah proses penanganan.
Langkah Menteri PU:
Ambil alih langsung: Dody membentuk majelis adhoc dan tim baru di satker untuk mempercepat pengembalian kerugian negara.
Komite Audit dihidupkan kembali: Untuk memastikan Inspektorat Jenderal bekerja lebih efektif.
Kolaborasi dengan Kejaksaan Agung: Tiga aparat kejaksaan dimasukkan ke dalam tim khusus.
Metafora "lidi bersih": Dody menekankan perlunya tim yang bersih untuk membersihkan kementerian dari praktik kotor.
Komitmen Menteri PU:
Pengunduran diri: Terjadi dalam konteks proses penanganan temuan BPK.
Pesan politik dan institusional: Dody menegaskan komitmen menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat pengawasan.
Tantangan besar: Dugaan monopoli proyek dan keterlibatan oknum APH menunjukkan masalah sistemik yang tidak hanya administratif, tapi juga menyentuh integritas aparat.
(*/Tribun-medan.com/Kompas.com)
Baca juga: Jaksa Agung Apresiasi Kinerja Kejaksaan Tinggi Sumut Usut Perkara Korupsi
Baca juga: Kunjungi Sumut, Jaksa Agung Monitoring Kinerja dan Sarana Prasarana Kejaksaan
Baca juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin Sidak Kejaksaan di Sumut, Evaluasi Kinerja dan Soroti Kondisi Kantor
| SIMPELNYA Penjelasan Kepala BGN Terkait Dana Rp113 Miliar untuk Bayar EO |
|
|---|
| Sosok TH Wanita 48 Tahun Pemeras Ahmad Sahroni Rp 300 Juta, Berani Mengaku Pegawai KPK |
|
|---|
| NASIB Wanita Penginjak Al Quran, Niat Bersumpah Tuduhan Bedak Hilang, Berujung Penistaan |
|
|---|
| DENADA Tegaskan Tak Akan Buka Identitas Ayah Biologis Ressa: Entah Masih Hidup Atau Mati, Gak Tahu |
|
|---|
| JAWABAN Santai Jokowi Ditantang Jusuf Kalla Buka Ijazahnya di Media: Yang Menuduh yang Membuktikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Menteri-PU-Dody-Hanggodo-saat-diwawancara-usai-meninjau-Pusat-Pasar.jpg)