Berita Viral

Sosok TH Wanita 48 Tahun Pemeras Ahmad Sahroni Rp 300 Juta, Berani Mengaku Pegawai KPK

Wanita paruh baya tersebut diringkus setelah melakukan aksi nekat memeras Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Kolase Tribun Medan
Ahmad Sahroni dikabarkan terbang ke Eropa Timur menggunakan penerbangan SQ326 SIN - FRA, AIRBUS A380 - 800 (9V-SKV) dari Singapura ke Frankfurt. Ia diduga melanjutkan perjalanan ke Prague, Ceko atau Zagreb, Kroasia. (Kolase Tribun Medan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelarian wanita berinisial TH alias D (48) berakhir di tangan tim gabungan Polda Metro Jaya dan penyidik KPK

Wanita paruh baya tersebut diringkus setelah melakukan aksi nekat memeras Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dengan menyamar sebagai pegawai KPK gadungan.

Kasus ini terungkap berkat kewaspadaan Sahroni yang langsung melakukan cek silang ke pimpinan KPK saat diminta uang dukungan sebesar Rp300 juta.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain stempel KPK, delapan surat panggilan berkop KPK, dua telepon seluler, serta empat kartu identitas berbeda.

AHMAD SAHRONI DITIPU - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni saat memberikan keterangan terkait dugaan penipuan, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026). Ia mengungkapkan alasannya memberikan uang Rp300 juta.
AHMAD SAHRONI DITIPU - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni saat memberikan keterangan terkait dugaan penipuan, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026). Ia mengungkapkan alasannya memberikan uang Rp300 juta. (Kompas.com/Febryan Kevin)

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 492 KUHP tentang penipuan serta mengimbau masyarakat melapor melalui layanan 110 jika menemukan modus serupa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, kasus ini terungkap setelah laporan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pada 9 April 2026.

Pelaku mendatangi korban di ruang Komisi III DPR RI dan mengaku sebagai pegawai KPK atas perintah pimpinan KPK.

"Pelaku kemudian meminta uang Rp300 juta kepada korban," kata Budi, Sabtu (11/4/2026).

Pelaku D diduga mendatangi Ahmad Sahroni di ruang Komisi III Gedung DPR RI pada 6 April 2026 dan mengaku sebagai pegawai KPK atas perintah pimpinan.

Ia kemudian meminta uang sebesar Rp300 juta, yang diserahkan Ahmad Sahroni pada 9 April 2026.

"Setelah diketahui pelaku bukan pegawai KPK, korban melapor ke Polda Metro Jaya," kata Budi.

Kronologi kejadian

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, buka suara usai diduga menjadi korban pemerasan.

Sahroni menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang perempuan datang ke DPR dan meminta bertemu dengannya.

Dalam pertemuan itu, pelaku mengaku utusan pimpinan KPK yang ditugaskan meminta uang sebesar Rp300 juta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved