Berita Viral
Sosok TH Wanita 48 Tahun Pemeras Ahmad Sahroni Rp 300 Juta, Berani Mengaku Pegawai KPK
Wanita paruh baya tersebut diringkus setelah melakukan aksi nekat memeras Wakil Ketua Komisi III DPR RI
TRIBUN-MEDAN.com - Pelarian wanita berinisial TH alias D (48) berakhir di tangan tim gabungan Polda Metro Jaya dan penyidik KPK.
Wanita paruh baya tersebut diringkus setelah melakukan aksi nekat memeras Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dengan menyamar sebagai pegawai KPK gadungan.
Kasus ini terungkap berkat kewaspadaan Sahroni yang langsung melakukan cek silang ke pimpinan KPK saat diminta uang dukungan sebesar Rp300 juta.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain stempel KPK, delapan surat panggilan berkop KPK, dua telepon seluler, serta empat kartu identitas berbeda.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menjeratnya dengan Pasal 492 KUHP tentang penipuan serta mengimbau masyarakat melapor melalui layanan 110 jika menemukan modus serupa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, kasus ini terungkap setelah laporan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pada 9 April 2026.
Pelaku mendatangi korban di ruang Komisi III DPR RI dan mengaku sebagai pegawai KPK atas perintah pimpinan KPK.
"Pelaku kemudian meminta uang Rp300 juta kepada korban," kata Budi, Sabtu (11/4/2026).
Pelaku D diduga mendatangi Ahmad Sahroni di ruang Komisi III Gedung DPR RI pada 6 April 2026 dan mengaku sebagai pegawai KPK atas perintah pimpinan.
Ia kemudian meminta uang sebesar Rp300 juta, yang diserahkan Ahmad Sahroni pada 9 April 2026.
"Setelah diketahui pelaku bukan pegawai KPK, korban melapor ke Polda Metro Jaya," kata Budi.
Kronologi kejadian
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, buka suara usai diduga menjadi korban pemerasan.
Sahroni menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang perempuan datang ke DPR dan meminta bertemu dengannya.
Dalam pertemuan itu, pelaku mengaku utusan pimpinan KPK yang ditugaskan meminta uang sebesar Rp300 juta.
| NASIB Wanita Penginjak Al Quran, Niat Bersumpah Tuduhan Bedak Hilang, Berujung Penistaan |
|
|---|
| DENADA Tegaskan Tak Akan Buka Identitas Ayah Biologis Ressa: Entah Masih Hidup Atau Mati, Gak Tahu |
|
|---|
| JAWABAN Santai Jokowi Ditantang Jusuf Kalla Buka Ijazahnya di Media: Yang Menuduh yang Membuktikan |
|
|---|
| GUBERNUR Pramono Anung Buka Suara Soal Preman Rusak Dagangan Pedagang Bakso di Tanah Abang |
|
|---|
| ISI Surat Pemuda Akhiri Hidup di Sungai Musi, Keluarga Lacak GPS HP Korban, Mulai Hotel ke Jembatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ahmad-sahroni-ke-eropa-timur.jpg)