Berita Viral

KISAH PILU Monalisa Wanita Hamil Bawa Anak Selamat dari Banjir di Tapteng, Kini Masih Menunggu Suami

Kisah pilu korban terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah menimbulkan rasa sedih.

TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Monalisa (26) saat diwawancarai di Gor Pandan Tapteng, Senin (15/11/2025). Mona adalah penyintas banjir yang sedang hamil tua dan tinggal hitungan hari akan melahirkan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kisah pilu korban terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah menimbulkan rasa sedih. 

Seorang ibu hamil berjuang di tengah bencana. 

Wanita itu tampak melamun sekarang di pos pengungsian di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (15/12/2025). 

Dari kejauhan tampak, ia berkali-kali mengelus lembut perutnya yang sudah membesar dengan menatap arah pintu gor.

Sesekali anak perempuannya mendekat hanya sekadar untuk menyapa sang ibu. 

Saat putrinya yang masih balita menyapa, tatapannya yang tadinya murung kembali tersenyum dalam waktu sesaat.

Perempuan berdaster merah ini bernama Monalisa (26).  

Ia bersama anaknya yang balita serta anaknya yang masih dalam kandungan sudah 10 hari berada di Gor Pandan, Tapteng. 

Secara perlahan Monalisa bercerita, saat  tim kesehatan Gor Pandan bilang diprediksi akan melahirkan tanggal 20 Desember 2025 mendatang.   

Ia sempat menangis.

"Sempat stres nangis mengadu ke suami dari telpon. Karena mau lahiran ini. Suami saya gak bisa pulang dari laut karena badai saat itu. Kalau bisa kan lahiran di rumah. Tapi enggak taulah ini. Mudah-mudahan suami bisa pulang, jadi lahiran di rumah," ucapnya sambil menahan tangis.

Baca juga: Perbaikan Tol Km 41+600 Medan-Kualanamu Selesai, Tol KUTEPAT Kembali Normal Besok 

Baca juga: PT Hamawas Beri Diskon Tarif Tol Pangkalan Brandan-Sinaksak Jelang Nataru, Ini Daftar Harganya

Diceritakannya, saat banjir datang menerjang rumahnya, Mona sapaan akrabnya mengatakan, saat itu air banjir sudah tinggi. 

Namun, saat itu mereka masih mengungsi ke rumah mertuanya.

"Gimana dibilang, bangun tidur udah tinggi air selutut. Kami pikir  enggak terlalu besar. Banjir kedua, air udah mulai naik air. Di rumah belum masuk saat itu. Jadi kami Beres barang.   rupanya  gak berapa lama air sudah sepinggang masuk rumah kami," ucapnya.

Mengetahui air tinggi, awalnya ikut tetangga mengungsi. Ia pun sudah berkali-kali pindah ke tempat pengungsian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved