Banjir Bandang Batangtoru

AKHIRNYA Polisi Tetapkan Tersangka Pembalakan Liar di Tapsel yang Perparah Banjir Batangtoru

Banjir dahsyat di kawasan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, akhirnya berujung penetapan tersangka kasus pembalakan liar.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BERLARI - Warga belari saat melintasi jalan bertumpuk gelondongan kayu di Garoga, Batangtoru, Tapsel (4/12/2025). Kondisi di desa ini muncul sebuah aliran sungai baru yang menerjanga rumah warga saat banjir bandang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Banjir dahsyat di kawasan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut), akhirnya berujung penetapan tersangka kasus pembalakan liar.

Sejumlah korporasi telah dihentikan sementara operasionalnnya karena dianggap memperparah banjir di Batangtoru.

Adanya pembalakan liar di hutan kawasan hulu mengakibatkan banjir mengerikan yang melenyapkan Desa Garoga dan merenggut puluhan nyawa.

Kayu gelondongan pun sampai kini masih berserakan di Desa Garoga, bahkan sampai menutupi aliran sungai yang melintas di desa tersebut.

Kini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian telah mengantongi nama tersangka dalam kasus pembalakan liar imbas beredarnya kayu gelondongan saat banjir di Tapanuli Selatan, pekan lalu.

Proses penyidikan di wilayah itu juga telah ditingkatkan setelah tim satgas khusus dibentuk.

“Kami bentuk Satgas di Tapanuli, kemarin kita sudah naikkan sidik. Tersangka juga sudah kita temukan," kata Kapolri, dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (12/12/2025). 

KAYU GELONDONGAN - Penampakan kayu Gelondongan di Sungai Garoga 2 pacabanjir bandang, Kamis (4/12/2025). Kayu ini gelondongan ini menutup arus sungai di jembatan hingga membuatnya berpindah ke arah pemukiman warga.
KAYU GELONDONGAN - Penampakan kayu Gelondongan di Sungai Garoga 2 pacabanjir bandang, Kamis (4/12/2025). Kayu ini gelondongan ini menutup arus sungai di jembatan hingga membuatnya berpindah ke arah pemukiman warga. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Sigit menuturkan, Menteri Kehutana Raja Juli Antoni juga telah meninjau langsung lokasi terdampak sehari sebelumnya. 

Lebih lanjut, Kapolri menyebutkan, aktivitas pembalakan liar menjadi salah satu faktor yang memperparah risiko banjir di berbagai daerah. 

Oleh karena itu, ia meminta seluruh tim bekerja cepat dan hasil penanganan segera disampaikan kepada publik. 

“Tim semua saya minta bekerja dan segera di-publish sehingga masyarakat bisa dapatkan informasi," kata Sigit. 

Selain Tapanuli Selatan, polisi juga tengah menangani dugaan perambahan hutan di Aceh Tamiang. 

Namun Kapolri menyebut detail temuan di wilayah itu masih menunggu laporan resmi dari tim. 

“Tim sedang turun, biar tim sendiri yang jelaskan karena Satgas sedang bekerja nanti dijelaskan lebih lanjut," ungkap dia. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved