Banjir Bandang Batangtoru

Isi Percakapan Gibran dengan Warga Garoga, Tanya Rumah di Mana: Sudah Hanyut Disapu Banjir, Pak

Kedatangan Wapres Gibran dianggap warga menjadi momen paling tepat untuk mencurahkan isi hatinya.

|
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
DENGARKAN CURHAT - Wakil Presiden Gibran mendengarkan curhat warga saat mengunjungi Garoga, Batangtoru, Tapsel (4/12/2025) Di tempat ihi Gibran menyaksikan berpindahnya sungai penyebab banjir bandang menyapu rumah warga. 

TRIBUN-MEDAN.com - Isi percakapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan warga korban banjir bandang di Desa Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Wapres Gibran akhirnya datang mengunjungi warga korban banjir bandang di Desa Garoga. Ia tiba pukul 10.19 WIB, Kamis (4/12/2025). 

Kedatangan Gibran membuat para warga, khususnya Garoga, berusaha menghampiri. Mereka berusaha bersalaman dan ada pula yang mencurahkan isi hatinya.

Diketahui sudah 10 hari warga di Garoga menderita akibat banjir bandang. Begitu juga dengan desa tetangga, Huta Godang dan Aek Ngadol.

Rumah-rumah mereka hancur, keluarga tewas dan hingga kini masih ada yang belum ditemukan.

garoga-warga-tribunmedan
BERLARI - Warga belari saat melintasi jalan bertumpuk gelondongan kayu di Garoga, Batangtoru, Tapsel (4/12/2025). Kondisi di desa ini muncul sebuah aliran sungai baru yang menerjanga rumah warga saat banjir bandang.

Kedatangan Wapres Gibran dianggap warga menjadi momen paling tepat untuk mencurahkan isi hatinya.

Seperti yang dilakukan Andri Sibuea. Ia berkesempatan langsung berjumpa dengan Gibran menyampaikan keluh kesahnya.

"Alhamdulillah, tanggapan Pak Gibran bagi saya lumayan baik," ujarnya. 

Andri mencurahkan isi hatinya ke Gibran terutama soal masa depan warga Garoga yang terkena banjir bandang.

"Bagaimana masa depan desa kami? Beliau menjawab akan kita perjuangkan," kata Andri mengulang percakapannya dengan Gibran.

Andi berharap janji yang sudah terucap dari mulut Gibran membawa kabar baik bagi warga Desa Garoga. Desa mereka dibangun kembali ada para warga bisa beraktivitas seperti biasa.

"Sebagian warga di sini kebanyakan petani. Mudah-mudahan setelah Pak Gibran datang ke desa kami, secepatnya ada perubahan," katanya.

Gibran Tanya Rumah Warga

Hadirnya Gibran di tengah-tengah pascabanjir bandang Desa Garoga, sempat membuatnya bertanya-tanya, di mana rumah warga.

Pertanyaan ini muncul, sebab hampir tidak ada lagi rumah di tempat pertama kali Gibran menginjakkan kakinya di Desa Garoga.

Di sana yang tersisa kini sebuah bangunan kepala desa, tenda pengungsian dan kayu gelondongan yang hanyut saat banjir bandang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved