Berita Viral

TANGIS PILU Nurcahaya Sihotang: Ayah, Ibu, dan Putrinya Meninggal karena Bencana Longsor di Pakkat

Nurcahaya Br Sihotang, salah satu korban terdampak, kehilangan ayah, ibu, dan putrinya akibat tertimbun material longsor.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Istimewa
KORBAN BANJIR DAN LONGSOR: Salah satu korban yang sudah teridentifikasi adalah Weda Amelia Maharaja berusia 10 tahun (kanan), putri dari ibu Nurcahaya Br Sihotang (kiri), ditemukan tertimbun material longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumut, Selasa (2/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bencana longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Nurcahaya Br Sihotang, salah satu korban terdampak, kehilangan ayah, ibu, dan putrinya akibat tertimbun material longsor.

Rumah dan ladang miliknya rata dengan tanah, meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Nurcahaya kini hanya ditemani seorang putrinya yang selamat, dengan hanya sehelai baju yang melekat di tubuhnya.

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Humbang Hasundutan, dapat segera memberikan bantuan dan penanganan yang layak, terutama untuk tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarganya.

Trauma yang dialami Nurcahaya masih sangat berat.

Ia bahkan merasa takut mendengar suara rintik hujan, sebuah gambaran betapa dalamnya luka yang ditinggalkan bencana ini.

Data Korban dan Upaya Penanganan

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, hingga hari ke-7 tanggap darurat pada Selasa (2/12/2025), tercatat 8 korban meninggal dunia. 

Korban terbaru yang ditemukan adalah Weda Amelia Maharaja, seorang anak berusia 10 tahun, putri dari Nurcahaya Sihotang, yang sebelumnya dinyatakan hilang. Sementara itu, satu korban lainnya, Roy Simanullang (19 tahun), masih dalam pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat terus melakukan pencarian korban yang hilang.

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, bersama Kapolres dan unsur terkait, secara langsung memantau proses evakuasi dan memberikan dukungan moral kepada tim pencari.

"Ini adalah duka kita bersama atas musibah yang menimpa warga Humbang Hasundutan," ujar Bupati Nababan saat menyerahkan jenazah kepada keluarga korban.

Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan turut membantu mencari korban bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Selasa (2/12/2025). Dalam pencarian ini seorang korban bernama Weda Amelia Maharaja (10 tahun) ditemukan. Jenazah korban ditemukan setelah satu unit rumah penduduk berlantai dua dirobohkan. (Dok. Pemkab Humbahas)
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan turut membantu mencari korban bencana banjir bandang dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Selasa (2/12/2025). Dalam pencarian ini seorang korban bernama Weda Amelia Maharaja (10 tahun) ditemukan. Jenazah korban ditemukan setelah satu unit rumah penduduk berlantai dua dirobohkan. (Dok. Pemkab Humbahas)

Dampak Bencana terhadap Infrastruktur dan Pendidikan

Selain korban jiwa, longsor ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas umum.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved