Berita Viral

TAMPANG Dewi Astutik Gembong Narkoba Asal Ponorogo Ditangkap di Kamboja, Pelaku Di Balik 2 Ton Sabu

Wanita bernama Dewi Astutik gembong narkoba asal Ponorogo ditangkap di Kamboja. 

Tayang:
Tribunnews.com/Dok BNN
GEMBONG NARKOBA INTERNASIONAL - Sosok Dewi Astutik, gembong narkoba internasional, menyita perhatian publik setelah ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kamboja dalam operasi senyap lintas negara. Ia berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. 

Kasat Narkoba Polres Nunukan, AKP Rizal Muhammad, mengatakan bahwa tren penurunan tangkapan narkoba tidak berarti angka penyelundupan ikut berkurang.

"Meski lolos di Nunukan, di daerah lain luar Nunukan, gencar penangkapan,’’ ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Rizal mencontohkan dua kasus yang baru terjadi, yaitu penangkapan narkoba di Malinau dan di Kota Tarakan, dengan barang bukti masing-masing 3 kilogram.

"Jadi ada perubahan pola pengiriman. Dulu dalam setahun, Satreskoba Polres Nunukan bisa mengamankan sampai puluhan kilogram, sekarang hanya jumlah kecil,’’ jelasnya.

Awal 2024, pada Januari – Maret, lanjut Rizal, Satreskoba Polres Nunukan bisa mengamankan sebanyak 86 kilogram sabu-sabu.

Sementara itu, pada tahun 2025, periode Januari – November, Polres Nunukan hanya mengamankan sekitar 15,5 kilogram saja.

Baca juga: Bersihkan Kota Batu dari Narkoba dan Rokok Ilegal, Jaksa Musnahkan Barang Bukti ke Mesin Incenerator

Ia mengatakan, jika jalur yang digunakan saat ini mengalami perubahan.

"Jalur yang digunakan sudah berubah, mereka tak lagi menggunakan transportasi laut di Pelabuhan Tunon Taka, tapi ada yang langsung lewat perairan menuju perbatasan Malinau, atau lewat jalur darat di wilayah Seimanggaris tembus Balikpapan,’’ jelasnya.

Sehingga menurutnya, saat ini penurunan angka pengungkapan dipengaruhi jalur dan pola yang berubah.

"Jadi kalau dikatakan ada penurunan pengungkapan kasus narkoba di atas 50 persen, itu karena jalur dan pola yang sudah berubah,’’ imbuhnya.

Meski begitu, Rizal menegaskan komitmen perang terhadap narkoba. Wilayah perbatasan negara menjadi jalur yang perlu diwaspadai dan diawasi dengan ketat.

"Makanya kami koordinasi dengan Satgas Pamtas RI – Malaysia. Jalur perbatasan negara memiliki banyak celah yang semua bisa menjadi jalur distribusi,’’ kata dia.

"Mari sama-sama awasi, laporkan jika ada potensi penyelundupan narkoba. Kita sinergi untuk memberantas narkoba,’’ tegasnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-bogor

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved