Banjir dan Longsor di Sumut
Warga Sibolga Korban Banjir Minta Maaf Usai Jarah Minimarket: Kami Tidak Ada Uang Membeli
Warga yang kelaparan menanti bantuan tak kunjung datang, akhirnya memilih menjarah beberapa swalayan.
Ringkasan Berita:- Seorang warga yang terdampak banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penjarahan di minimarket- Pasca-bencana banjir dan longsor situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket- Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, pria itu mengaku mengambil beberapa barang seperti mie instan, air mineral dan snack.- Ia terpaksa menjarah karena keluarganya hampir tidak makan.
TRIBUN-MEDAN.com - Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket.
Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, Gudang Bulog Sarudik menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.
Usai melakukan penjarahan, seorang warga yang terdampak banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penjarahan di minimarket.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, pria itu mengaku mengambil beberapa barang seperti mie instan, air mineral dan snack.
Ia terpaksa menjarah karena keluarganya hampir tidak makan.
Baca juga: Bantuan Kemanusian dari DPD PDIP Sumut Diberangkatkan untuk Korban Bencana Sibolga–Tapteng
"Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf, karena saya juga orang salah satu yang menjarah toko Alfamart tersebut. Saya sebenarnya tidak ada niat untuk berbuat itu, cuman karena keterbatasan makanan yang kami miliki, kami juga terjebak banjir, kami juga tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, akhirnya saya ikut mengambil juga," katanya seperti dikutip dari Instagram @folkkonoha yang tayang pada Minggu (30/11/2025).
Pria itu menjelaskan bahwa barang yang diambil hanya untuk bertahan hidup keluarganya.
Ia berjanji ketika kondisi tempat tinggalnya telah pulih, akan membayar barang-barang jarahannya
Jarah Minimarket hingga Gudang Bulog
Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket.
Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, Gudang Bulog Sarudik menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar dan mengambil beras serta minyak goreng.
Aparat keamanan berupaya menghalau, namun desakan kebutuhan pangan membuat situasi sulit dikendalikan.
Bulog masih mendata kerugian akibat beras dan minyak goreng yang diambil.
Baca juga: SOSOK dan Harta Kekayaan Suharyanto, Kepala BNPB yang Bilang Banjir di Sumatera Tak Mencekam
Koordinasi terus dilakukan agar distribusi bantuan segera pulih dan situasi kembali kondusif.
Seorang Warga Korban Banjir Minta Maaf Jarah Minim
Warga Sibolga Minta Maaf Jarah Minimarket
Sibolga
Banjir dan Longsor di Sumut
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-minta-maaf-jarah.jpg)