Kesehatan
Waspadai Penyakit saat Banjir, Ada yang Menular Lewat Air dan Hewan Pembawa Bakteri
Sejumlah penyakit saat banjir yang bisa menular lewat air tercemar diantaranya diare dan demam tifoid.
Ringkasan Berita:
- Saat cuaca buruk, khususnya ketika banjir ada beberapa penyakit yang berpotensi melanda masyarakat
- Beberapa diantara penyakit saat banjir yang umum terjadi adalah diare
- Masyarakat diminta waspada terhadap hewan pemebawa virus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Cuaca buruk di sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan bencana banjir dan juga longsor.
Dalam kondisi cuaca seperti ini, masyarakat pun diimbau terhadap penyakit saat banjir yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.
Biasanya, penyakit itu bisa menyebar melalui air yang tercemar.
Bahkan, ada juga penyakit yang menyebar melalui hewan pembawa virus.
Dilansir dari Tribun-medan.com, ada beberapa penyakit saat banjir yang bisa saja terjadi saat ini.
Baca juga: KONDISI Jalinsum Medan-Aceh Lumpuh Total Akibat Banjir, Ribuan Warga Besitang Mulai Hilang Sinyal
dr Delyuzar SpPA (K), Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) pernah menjelaskan beberapa penyakit saat banjir yang umum terjadi.
Pada Oktober 2013 silam, Delyuzar pernah diwawancarai Tribun-medan.com.
Keterangan Delyuzar itu masih relevan dengan kondisi saat ini.
"Masyarakat diharapkan untuk mewaspadai berbagai penyakit yang timbul pada musim hujan dan banjir, penyakit penyakit yang harus diantisipasi, seperti penyakit Diare. Saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat seperti dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar, saat banjir, biasanya ada masyarakat yang mengungsi, mungkin sarana dan fasilitas air bersih terbatas, ini bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare,” kata Delyuzar, Oktober 2013.
Baca juga: Banjir di Langkat Rendam 9 Kecamatan, Pemkab Minta Camat dan Kades Gerak Cepat
Ia menyarankan, agar mencuci tangan memakai sabun waktu akan makan dan setelah BAB (Buang Air Besar), merebus air minum sampai mendidih dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Demam berdarah juga perlu di waspadai, banyaknya kaleng bekas, ban bekas dan lainnya dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti atau nyamuk penular penyakit demam berdarah,”ujarnya
Dia menambahkan, ada penyakit Leptospirosis yang disebabkan bakteri yang disebut leptospira.
“Penularannya melalui kotoran dan air kencing Tikus, yang akan bercampur dengan air banjir, orang yang memiliki luka, ketika bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan jatuh sakit, kalau ada luka, bila harus kena air sebaiknya memakai septu dan bila mengalami gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil segeralah ke pelayanan kesehatan,”ungkapnya.
Baca juga: 26 Kawasan di Sumut Terdampak Siklon Senyar, BMKG: Masih Berpotensi Hujan Lebat
Delyuzar mengatakan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyebabnya seperti berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya, gejala utama berupa batuk dan demam, mungkin juga disertai sesak napas, nyeri dada, dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/evakuasi-korban-banjir-di-Kabupaten-Agam.jpg)