Revitalisasi Wilayah Kumuh, Tiongkok Jadikan Kota Tua Kashgar Pariwisata Dunia

Selain mengunjungi langsung Kota Tua Kashgar, delegasi juga mengunjungi Museum Peringatan Perlindungan dan Renovasi Kota Tua Kashgar. 

Tayang:
Penulis: iin sholihin | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/iin sholihin
KOTA TUA - Maket revitalisasi Kota Tua Kashgar di Museum Peringatan Perlindungan dan Renovasi Kota Tua Kashgar, Provinsi Xianjiang, Tiongkok, Kamis (14/05/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, KASHGAR - Kumuh dan tak layak huni dengan sanitasi buruk sudah menjadi cerita lama bagi kawasan Kota Tua Kashgar, Provinsi Xianjiang, Tiongkok.

Usai menjalani revitalisasi total, kawasan seluas 5,07 juta meter persegi tersebut kini menjadi pusat objek wisata dan kuliner terkenal di dunia.

Delegasi asal Sumatera berkesempatan untuk mengunjungi Kota Tua Kashgar pada Rabu (14/05/2026).

Selain mengunjungi langsung Kota Tua Kashgar, delegasi juga mengunjungi Museum Peringatan Perlindungan dan Renovasi Kota Tua Kashgar

Kota Tua Kashgar menjadi kawasan bangunan tanah liat tradisional terbesar yang masih tersisa di dunia.

Banyak rumah tradisional berbahan tanah dan kayu di kawasan ini usang dimakan usia. asalah juga muncul saat datang gempa, infrastruktur terbatas dan sistem drainase yang kurang memadai. 

"Pemerintah Tiongkok akhirnya mengambil keputusan untuk merevitalisasi total kawasan ini. Proyek perlindungan dan renovasi Kota Tua Kashgar resmi dimulai pada 2009 dengan total investasi sekitar 7,049 miliar yuan," ujar petugas penerjemah kepada delegasi yang hadir di museum.

Program revitalisasi ini mencakup 28 kawasan, sekitar 49.083 keluarga dan renovasi area permukiman lama seluas sekitar 5,07 juta meter persegi.

Proyek ini dilakukan bukan tanpa konsep. Perbaikan dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk asli rumah, mempertahankan pola jalan tradisional, gaya arsitektur etnis dan karakter sejarah kawasan.

Perbaikan juga meliputi penyediaan fasilitas umum seperti jalan, air bersih, saluran pembuangan, jaringan gas, termasuk peningkatan struktur bangunan agar lebih tahan gempa demi keselamatan masyarakat.

Setelah renovasi, kondisi hunian masyarakat disebut mengalami peningkatan signifikan dengan tetap mempertahankan ukiran kayu, ornamen bata dan gaya arsitektur khas etnis setempat.

"Saat ini Kota Tua Kashgar terdiri atas satu kawasan inti dan 27 area lain dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa." katanya.

Dijelaskannya, dalam proses renovasi, pemerintah menerapkan sistem “satu rumah satu desain” yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Sejumlah elemen bangunan lama seperti tiang kayu ukir dan balok kayu berusia ratusan tahun juga tetap dipertahankan.

Setelah proses renovasi selesai, Kota Tua Kashgar berkembang menjadi kawasan budaya dan wisata yang tetap dihuni masyarakat lokal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved