Masjid Etigar Kashgar, Simbol Eksistensi Islam di Tiongkok Selama 584 Tahun

Kehadiran mereka ke wilayah Kashgar, Xianjiang sepenuhnya difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan.

Tayang:
Penulis: iin sholihin | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/iin sholihin
GERBANG UTAMA - Gerbang utama untuk masuk ke Masjid Etigar di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar, wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026). 

TRIBUN-medan.com, KASHGAR - "Semoga keselamatan/kedamaian terlimpah padamu," ucap Muhammad Jumma menyambut kedatangan Tribun bersama rombongan kala tiba di gerbang masuk  Masjid Etigar, yang berada di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar,  wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026). 

Muhammad Jumma merupakan Imam Masjid Etigar. Masjid Etigar atau kerap disebut Masjid Id Kah ini menjadi kebanggan warga Muslim Uighur.   

"Masjid Etigar pertama kali dibangun pada masa Dinasti Ming (1442). Masjid ini diperluas pada 1537, 1787 dan 1873. Sekarang mencakup sekitar 140 meter dari utara ke selatan dan 120 meter dari timur ke barat, dengan total luas 1,68 hektare," papar Muhammad Jumma usai memperkenalkan diri kepada anggota delegasi asal Sumatera yang berkunjung ke masjid.

Delegasi asal Sumatera yang hadir adalah perwakilan ulama, akademisi dan tokoh masyarakat asal Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Kehadiran mereka ke wilayah Kashgar, Xianjiang sepenuhnya difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan.

PINTU MASUK -  Delegasi Sumatera masuk melalui pintu utama Masjid Etigar di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar,  wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026).
PINTU MASUK - Delegasi Sumatera masuk melalui pintu utama Masjid Etigar di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar, wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026). (TRIBUN MEDAN/iin sholihin)

Ulama, akademisi dan tokoh masyarakat yang ikut di antaranya Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua MUI Sumut HM Jamil, Ketua FKUB Sumatera Utara Muhammad Hatta Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Yayasan Panca Budi Siti Khadijah, Perwakilan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Panca Budi Ahmad Baqi Arifin, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.  

Masjid Etigar sengaja dipilih menjadi destinasi tujuan lantaran masjid ini merupakan satu di antara masjid tertua di Tiongkok.  

Bangunan masjid terdiri dari aula dalam, aula luar, halaman, ruang wudhu, menara gerbang, menara, dan ruangan di kedua sisi halaman.

Aula dalam dan luar membentang sepanjang 140 meter dan lebar 16 meter. Menara gerbang menjulang setinggi 12 meter dengan kubah, diapit oleh menara bata silindris setinggi 20 meter.

Ruang wudhu terletak di sudut timur laut halaman. Saat ini, masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Tiongkok.

"Pada 1962, tempat ini ditetapkan sebagai situs perlindungan peninggalan budaya utama tingkat regional oleh Pemerintah Daerah Otonom, dan pada 25 Juni 2001 ditingkatkan statusnya menjadi tingkat nasional oleh Dewan Negara," papar Muhammad Jumma.

Dia menjelaskan, negara mengalokasikan dana khusus untuk renovasi skala besar pada 1983, 1994, dan 2011 hingga bangunan seperti saat ini. 

Muhammad Jumma menyatakan, eksistensi Masjid Etigar menunjukkan implementasi kebijakan pemerintah Tiongkok tentang kebebasan berkeyakinan agama, perlindungan hak-hak warga negara sesuai dengan hukum, dan penghargaan yang tinggi terhadap pelestarian tradisi dan sejarah etnis.

"Kebebasan beragama dijamin sesuai hukum dan kegiatan keagamaan rutin dapat berjalan normal. Masyarakat umum juga diperbolehkan berkunjung untuk mengenal budaya Islam," paparnya.

RUANG UTAMA -  Delegasi Sumatera mengunjungi ruang salat  utama Masjid Etigar di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar,  wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026).
RUANG UTAMA - Delegasi Sumatera mengunjungi ruang salat utama Masjid Etigar di sisi barat Alun-alun Id Kah, Kota Kashgar, wilayah Otonomi Xianjiang, Tiongkok, Selasa (13/05/2026). (TRIBUN MEDAN/iin sholihin)

Kondisi Terawat 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved