TRIBUN WIKI

Profil Eileen Wang, Mantan Wali Kota di California AS yang Mengaku Jadi Mata-mata Tiongkok

Eileen Wang, mantan Wali Kota Arcadia, California, Amerika Serikat yang ketahuan jadi mata-mata Tiongkok

Tayang:
Editor: Array A Argus
Instagram/Canva/Dola Ai
MATA-MATA- Eileen Wang, mantan Wali Kota Arcadia, California, Amerika Serikat membuat pengakuan mengejutkan yang menyatakan bahwa dirinya adalah mata-mata Tiongkok di Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Eileen Wang, mantan Wali Kota Arcadia, California, Amerika Serikat membuat pengakuan yang mengejutkan
  • Wang mengaku sebagai mata-mata Tiongkok
  • Ia menjalankan propaganda pro China sejak akhir 2020 hingga 2022
  • Akibat hal ini, Wang diancam penjara 10 tahun

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok dan profil Eileen Wang tengah mencuri perhatian warga dunia.

Sebab, Eileen Wang yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Arcadia, California, Amerika Serikat mengaku telah jadi mata-mata Tiongkok di AS.

Pengakuan itu pun sekaligus mengungkap siapa sosok Eileen Wang.

Baca juga: Profil Celyna Grace, Finalis Indonesian Idol 2026, Penyanyi Muda yang Sejak Kecil Sudah Berprestasi

Dalam dakwaan jaksa AS, Eileen Wang diancam atas hukuman 10 tahun penjara federal, dan denda 25.000 dolar AS.

“Individu di negara kami yang diam-diam menjalankan kepentingan pemerintah asing merusak demokrasi kami,” kata Jaksa AS Bill Essayli saat mengumumkan kasus tersebut, dilansir dari Reuters yang dikutip dari Tribunnews.com.

Informasi yang diungkap ke publik menyebutkan, bahwa Eileen Wang telah melakukan kesepakatan dengan seorang pejabat di China.

Kesepakatan itu mengenai promosi propaganda yang menguntungkan China.

Baca juga: Profil Adela Kanasya Adies, Dokter Muda yang Gantikan Ayahnya Jadi Anggota DPR RI dari Golkar

Pemerintah AS menyebutkan, bahwa kegiatan ini berlangsung dari akhir 2020 hingga 2022, sebelum ia terpilih untuk masa jabatan empat tahun di dewan kota Arcadia.

Menurut dokumen, Wang membantu mengelola situs web bernama U.S. News Center, yang mengklaim sebagai sumber berita sah bagi komunitas lokal yang mayoritas etnis Tionghoa, tetapi sebenarnya merupakan corong propaganda pemerintah Beijing, menurut dokumen tersebut.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa Wang menerima dan menjalankan arahan dari pejabat pemerintah China untuk mengunggah konten pro-China di situs tersebut, termasuk artikel yang membantah laporan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uyghur di wilayah Xinjiang, China.

Baca juga: Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Game saat Rapat

Saat menerima pesan pujian dari seorang pejabat pemerintah China terkait pekerjaannya, Wang membalas, “Terima kasih, pemimpin,” menurut isi dokumen.

Dokumen juga menyebut Wang bekerja erat dengan seorang rekannya bernama Yaoning “Mike” Sun, yang pernah ia sebut secara publik sebagai tunangannya dan sempat tercatat sebagai penasihat keuangan kampanye.

Sun (65) dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada Februari setelah mengaku bersalah pada Oktober 2025 atas satu dakwaan bertindak sebagai agen ilegal pemerintah asing.

Baca juga: Profil PO Bus Halmahera, Angkutan Darat Penghubung Wilayah Sumatera

Salah satu kontak Wang dengan pemerintah Beijing, menurut jaksa, adalah tokoh Partai Komunis China bernama John Chen, yang menurut dokumen pengadilan merupakan anggota senior aparat intelijen China dan pernah bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved