Banjir dan Longsor di Sumatera

Jusuf Kalla Perkirakan Butuh Dana Rp 60 Miliar Pulihkan Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

Kata JK, perkirakan anggaran untuk pemulihan itu minimal mencapai Rp 60 miliar dengan rincian masing-masing Rp 20 miliar untuk tiga daerah

Kompas.com
BUTUH RP 60 MILIAR - Ketua PMI Jusuf Kalla seusai meninjau gudang logistik PMI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12/2025). Kata JK, perkirakan anggaran untuk pemulihan itu minimal mencapai Rp 60 miliar dengan rincian masing-masing Rp 20 miliar untuk tiga daerah(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pasca-banjir dan longsor yang terjadi Sumatera yang meliputi provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mulai berangsur proses pemulihan.

Namun pemulihan bencana banjir bandang dan longsor itu diperkirakan butuh dana Rp 60 miliar. Hal itu dikatakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK.

Kata JK, perkirakan anggaran untuk pemulihan itu minimal mencapai Rp 60 miliar dengan rincian masing-masing Rp 20 miliar untuk tiga daerah terdampak di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

"Ya kira-kira kita butuh operasi itu Rp 20 miliar per daerah. Jadi kita butuh Rp 60 miliar kebutuhan dasar itu," kata JK kepada awak media usai meninjau gudang logistik PMI untuk perbantuan ke Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Gagal Salip Truk, Pria Ngaku Kombes Ancam Tembak Sopir di Tol Japek

RELAWAN SELAMAT - Empat relawan dari Bikers Subuhan Batangtoru selama usai sempat hanyut saat banjir bandang di Huta Godang, Selasa (25/11/2025). Mereka mengevakuasi warga naik ke lantai dua Pasar Huta Godang.
RELAWAN SELAMAT - Empat relawan dari Bikers Subuhan Batangtoru selama usai sempat hanyut saat banjir bandang di Huta Godang, Selasa (25/11/2025). Mereka mengevakuasi warga naik ke lantai dua Pasar Huta Godang. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Mengingat besarnya anggaran operasional dasar tersebut, JK lantas mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan bantuan, baik berupa barang maupun dana. 

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu mengatakan, PMI sebagai salah satu organisasi kemanusiaan yang ada di Indonesia membuka donasi untuk siapapun Masyarakat yang ingin menyalurkan dananya.

"Silakan membawa bantuan ke gudang PMI di sini atau ke Markas PMI. Kami siap menyalurkan, bukan sekadar menerima," kata dia.

Kata JK, sumbangan berupa uang bisa disalurkan melalui transfer ke Bank Mandiri dengan Nomor Rekening 070-00-0011601-7 atau bisa melalui website PMI di pmi.or.id/Donasi.

Baca juga: Sudah 3 Hari BBM Langka di Deli Serdang, Pengendara Antre hingga Berjam-jam

JK berharap agar masyarakat yang memiliki dana untuk menyumbangkan guna keperluan pemulihan warga dan fasilitas umum di tiga provinsi tersebut.

"Jadi silakan nomor rekening ini. Kalau mau gampang bisa juga lewat website PMI. Website bank apa saja diterima di website PMI. Sudah dicatat, bisa. Karena ini segera, kita butuh segera. Bayangkan ini operasi setahun," tandas dia.

Tim FAJI Medan saat mengevakuasi korban banjir di Jalan Brigjen Katamso, Gang Pelita, Kampung Baru, pada Kamis (27/11/2025) malam. Faji Medan turun mengevakuasi warga dengan peralatan minim di tengah banjir yang melanda kota Medan. 
Tim FAJI Medan saat mengevakuasi korban banjir di Jalan Brigjen Katamso, Gang Pelita, Kampung Baru, pada Kamis (27/11/2025) malam. Faji Medan turun mengevakuasi warga dengan peralatan minim di tengah banjir yang melanda kota Medan.  (Tribunnews.com/FAJI MEDAN)

Relawan PMI Standby Setahun di Sumatera 

Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan, kesiapan melakukan operasi kemanusiaan jangka panjang hingga satu tahun ke depan dalam upaya membantu pemulihan warga terdampak banjir besar di sejumlah wilayah di Sumatera. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla atau Jk usai meninjau gudang logistik PMI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Polrestabes Medan Mulai Gelar Rekonstruksi Pembakaran Rumah Hakim Khamozaro

"Pengalaman kita, setelah bencana, banyak organisasi-organisasi bekerja, tapi setelah rehat, pulang. Tapi kebutuhan masyarakat seperti air, kebutuhan logistik yang jangka panjang, itu dikerjakan oleh PMI. Jadi kita sudah siapkan relawan PMI bekerja setahun di sana. Setahun. Bukan satu minggu, setahun. Sudah disiapkan," kata JK kepada awak media di Lanud Halim Perdanakusuma.

Nantinya petugas atau relawan dari PMI akan bekerja untuk melakukan pemulihan di lokasi yang terdampak bencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved