Sketsa
Siapa Bisa Jauhkan Presiden dari Mikropon?
"Alamak, masuk akal juga, ya," sahut Riki Rikardo. "Udah banyak kali memang blunder-blundernya. Sekali pidato bisa bikin dua-tiga kali blunder.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
"Alamak, masuk akal juga, ya," sahut Riki Rikardo. "Udah banyak kali memang blunder-blundernya. Sekali pidato bisa bikin dua-tiga kali blunder. Pernah dia bilang, koruptor kalok kembalikan uang hasil jarahan bisa dipertimbangkan untuk dimaafkan. Cemana lah itu cobak. Apa dia gak sadar kalok yang disarankannya itu melanggar hukum. Kaco kali, ah."
"Jadi cemana, lah, ini solusinya, ya?" tanya Jontra Polta. "Ada usul, Ketua?"
Ucok Morning mengangkat bahu. Leman Dogol, Riki Rikardo, Idam Marley, saling berpandangan, lalu mengangkat bahu.
Dari balik steling, Ocik Nensi menyeletuk.
"Jangan kasih Bapak itu mikropon lagi. Jangan kasih pidato lagi. Kerna bukan cumak harga dolar yang naek. Konon tiap belio pidato, hari kiamat maju satu hari."
Tawa meletup berderai-derai lagi. (t agus khaidir)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SKETSA-Siapa-Bisa-Jauhkan-Presiden-dari-Mikropon-_.jpg)