Banjir dan Longsor di Sumut
POGI Sumut Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor di Sibolga, Ini Hal yang Paling Dibutuhkan
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumatera Utara bergerak cepat memberikan bantuan untuk para korban .
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumatera Utara bergerak cepat memberikan bantuan untuk para korban bencana banjir dan longsor yang melanda Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat.
Bantuan tahap pertama resmi diberangkatkan Senin (1/12/2025) dini hari, setelah rapat darurat via Zoom digelar menjelang tengah malam.
Ketua POGI Sumut, Dr dr Johny Marpaung, SpOG Subsp KFM, memimpin langsung rapat koordinasi tersebut, yang dihadiri jajaran pengurus dan senior POGI, termasuk Sekretaris POGI Sumut Dr dr Sarah Dina, SpOG Subsp Onk, serta sejumlah dokter subspesialis seperti Dr dr Edi Ardiansyah SpOG Subsp Urogin RS, Dr Melvin Barus SpOG Subsp KFM, Dr dr Hotma Partogi Pasaribu SpOG Subsp KFM, dan dr Iman Helmi SpOG Subsp Obginsos.
Hadir pula dua Guru Besar aktif FK USU, Prof Dr dr Fidel Ganis Siregar SpOG Subsp FER FICS Int. Aff. RANZCOG dan Prof Dr dr Sarma Lumbanraja SpOG Subsp KFM.
“Rapatnya seperti mempersiapkan operasi cito. Tanggap, cepat, dan semua bergerak. Karena kondisi masyarakat kita juga sedang dalam situasi darurat,” ujar Dr dr Johny Marpaung, SpOG Subsp KFM.
Dalam bantuan tahap pertama, POGI Sumut menyalurkan berbagai kebutuhan dasar yang saat ini paling dibutuhkan warga terdampak, terutama bahan pangan dan kebutuhan ibu-anak.
Bantuan tahap pertama yang disalurkan POGI Sumut terdiri dari berbagai kebutuhan dasar yang mendesak bagi para korban bencana. Dalam pengiriman kali ini, POGI membawa beras sebanyak 500 kilogram, minyak goreng 100 liter, air mineral 197 kotak, serta gula pasir 10 kilogram. Mereka juga menyertakan perlengkapan kebersihan dan kebutuhan perempuan berupa 72 kotak odol, 48 bungkus pembalut wanita, serta kebutuhan bayi berupa 120 pax pampers ukuran M.
Selain itu, turut dikirim 100 batang sabun mandi, 10 kotak mie instan, dan 20 kotak lilin untuk membantu warga yang masih hidup dalam kondisi gelap tanpa listrik. Bantuan ini diangkut menggunakan dua mobil L300 dan satu Avanza sebelum diberangkatkan menuju daerah terdampak.
Seluruh bantuan diangkut menggunakan dua mobil L300 dan satu Avanza melalui jalur Sidikalang. Di Sibolga, bantuan dijadwalkan diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kota Sibolga sebelum didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
POGI Sumut menyebut bantuan ini adalah langkah awal. Donasi internal para dokter SpOG se-Sumut masih berlangsung dan dalam kurun dua hari terakhir sudah mendekati ratusan juta rupiah, yang seluruhnya akan diprioritaskan untuk bantuan lanjutan.
Selain membantu masyarakat umum, POGI Sumut juga menyiapkan paket bantuan internal bagi anggota POGI dan para residen Obgyn yang terdampak banjir besar di tiga provinsi tersebut.
Beberapa dokter dan keluarga residen dilaporkan mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda akibat banjir dan longsor.
Untuk tahap berikutnya, POGI Sumut telah menyiapkan tambahan bantuan yang akan dikirim ke berbagai wilayah lain di Sumut yang juga terdampak, termasuk di luar Kabupaten Tapanuli Tengah, serta ke provinsi lain jika akses memungkinkan.
Guru Besar FK USU sekaligus Sekretaris USU, Prof Fidel Ganis Siregar, berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban warga.
“Semoga bantuan dan kepedulian kita, walau belum besar, bisa bermanfaat dan sedikit meringankan saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana ini,” ujarnya.
POGI Sumut menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan mengirim bantuan lanjutan sesuai kebutuhan darurat di lapangan.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Potret-udara-kawasan-permukiman-di-Tapanuli-Tengah_11.jpg)