Banjir dan Longsor di Sumut

PILUNYA Ummi, Korban Banjir di Medan, Rumahnya Roboh dan Hanyut Dibawa Deras Aliran Air

Ibu dari empat orang anak ini mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 28 November sekitar pukul 00.00 WIB.

Tribunnews.com/Haikal Faried Hermawan
Ummi (49) menatap barang pakaian yang berhasil diselamatkan sebelum rumah roboh dan hanyut dibawa derasnya aliran sungai di Jalan Karya Utama, Kelurahan Polonia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Tatapan matanya kosong, tubuhnya mulai menggigil kedinginan. 

Ummi (49), duduk termenung di depan barang-barang yang tersisa, berusaha memahami kenyataan pahit bahwa rumah yang telah tempati sejak kecil kini hancur dan hilang terbawa derasnya arus sungai.

Ketika ditemui wartawan Tribun Medan di kediamannya di Jalan Karya Utama, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Ummi tampak kesulitan berbicara.

Nafasnya tersengal–jangkal, dipengaruhi riwayat penyakit asma yang sudah ia derita selama 20 tahun.

Meski demikian, ia mencoba menceritakan kembali kronologi kejadian yang merenggut tempat tinggalnya.

Ibu dari empat orang anak ini mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 28 November sekitar pukul 00.00 WIB.

Saat itu, ibu rumah tangga ini tengah berada di dalam rumah ketika tiba-tiba merasakan getaran kuat, seolah bangunan rumah bergeser dan hampir roboh.

Panik, ia segera keluar menyelamatkan diri.

Sementara itu, salah satu anaknya bergegas mengumpulkan pakaian seadanya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.

“Barang-barang yang bisa diselamatkan cuma sedikit, pakaian, alat dapur,” ujarnya terbata-bata saat ditemui pada Senin (1/12/2025).

Namun usaha mereka menyelamatkan barang-barang tak berlangsung lama.

Barang berharga yang tersisa ikut tersapu arus sungai, tak ada satu pun yang dapat ditemukan kembali.

Bahkan, ketika Ummi lengah saat menolong anak-anaknya, beberapa kantong plastik berisi barang yang berhasil mereka kumpulkan justru hilang dicuri orang tak dikenal.

“Yang hilang itu sekantong plastik berisi lampu dan kabel listrik, dicuri warga,” ucapnya lirih.

Dalam kondisi kacau itu, ia langsung menghubungi suaminya yang saat kejadian sedang bekerja di Binjai dan tidak berada di rumah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved