Berita Viral

MENILIK Persahabatan Megawati-Prabowo, Memungkinkan PDIP Bergabung Koalisi Gerindra-Golkar?

Ahmad Muzani meyakini ajakan mereka terhadap PDI-P hingga kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk masuk ke pemerintahan Prabowo-Gibran

Editor: AbdiTumanggor
istimewa
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sejatinya sudah lama teman 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ahmad Muzani meyakini ajakan mereka terhadap PDI-P hingga kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk masuk ke pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan bertepuk sebelah tangan.

Sebab, kata dia, Prabowo berharap bisa membangun pemerintahan secara bersama-sama.

"Kami merasa bahwa insyaallah ajakan kami untuk bersama-sama membangun Indonesia ke depan di bawah pemerintah Prabowo-Gibran sepertinya bukan bertepuk sebelah tangan," ujar Muzani, Selasa (20/2/2024) malam.

"Harapan Pak Prabowo untuk bisa bersama-sama untuk membangun Indonesia dari komunikasi awal kami dengan semua parpol yang tadinya berbeda pilihan dalam pilpres sepertinya dalam komunikasi awal kami bukan sesuatu yang bertepuk sebelah tangan," sambungnya.

Muzani menjelaskan, komunikasi TKN Prabowo-Gibran dengan pimpinan partai di kubu Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin berjalan secara baik.

Dia mengklaim semua komunikasi berlangsung secara baik dan akrab. "Karena sesungguhnya di antara kami juga mempunyai pemahaman yang sama tentang masa depan Indonesia, masa depan pemerintahan dalam situasi yang lebih baik. Karena itu ketika pemilihan umum presiden hasil quick count telah diumumkan, komunikasi yang kami bangun adalah komunikasi yang produktif dan komunikasi yang komunikatif," imbuh Muzani.

Berdasarkan hasil quick count berbagai lembaga survei, Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 di angka rata-rata 58 persen.

Sebelumnya, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan pengalaman partainya menjadi oposisi periode 2004 - 2014 telah "banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi".

"Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri," kata Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Kamis (15/2/2024).

Di tengah pengalaman itu, Hasto juga memuji pihaknya yang dapat membentuk hak angket dalam dugaan kecurangan Pemilu 2009, termasuk memperjuangkan pemilih luar negeri yang tak bisa mencoblos karena masalah administrasi.

"Kecurangan dari hulu ke hilir memang benar terjadi. Hanya saja kita berhadapan dengan dua hal. Pertama, pihak yang ingin menjadikan demokrasi ini sebagai kedaulatan rakyat tanpa intervensi manapun. Kemudian, pihak yang karena ambisi kekuasaan dan ini diawali dari rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi," ungkap Hasto.

Menurut peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti langkah PDI-P ini bisa dimaklumi “karena luka politik PDIP cukup mendalam”.

“Karena dengan kekuatan politik PDI-P yang sesungguhnya terbesar saat ini, tetapi mengalami kekalahan dalam pilpres akibat dukungan politik Jokowi yang meski tidak terang-terangan mengarah pada Prabowo dan tentu anaknya, Gibran,” kata Puput – sapaan Aisah Putri Budiarti.

Sementara, Politikus senior PDI-P, Hendrawan Supratikno mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi, tapi tak menampik terjadi penurunan suara partainya.

“Itu harus kami jawab dengan kinerja yang baik, yang kritis, yang objektif, yang konsisten. Itu sebabnya kami masih mencermati berapa kursi yang akan diperoleh, dengan perolehan suara sekitar 17 persen itu,” kata Hendrawan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved