Viral Medsos
Gubernur Anies Baswedan Salahkan Warisan Ahok saat Viralnya Pembahasan APBD DKI Tahun 2020
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyalahkan sistem e-budgeting atau penganggaran elektronik warisan dari gubernur sebelumnya, Ahok alias Basuki
Dana yang dianggarkan sebesar Rp 5.008.691.930. Rencana anggaran DKI Jakarta untuk tahun 2020 pun viral di media sosial.
Kelima influencer itu rencananya diminta untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta kepada warganet yang menjadi pengikutnya (followers) di media sosial.
Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro menyatakan, usulan anggaran tersebut dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 sudah dicoret atau dibatalkan.
Artinya, pemerintah daerah tidak akan akan menyewa jasa influencer untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI.
"Yang jelas sekarang anggaran itu sudah tidak ada atau dihapus yah," kata Asiantoro saat dihubungi Warta Kota pada Minggu (27/10/2019).
Asiantoro mengatakan, rencananya lima influencer yang direkrut itu memiliki jumlah pengikut yang banyak.
Namun Asiantoro enggan menjelaskan jumlah minimum followers influencer itu yang akan diundang DKI.
"Tadinya influencer luar negeri yang mempunyai followers banyak, tapi sekarang kan sudah enggak ada kegiatan itu," ujar Asiantoro.
Asiantoro juga enggan menjelaskan nama lima influencer yang akan diundang.
Dia beralasan, Dinas Pariwisata belum menentukan sosoknya karena baru sebatas pengajuan dana melalui KUA-PPAS.
"Belum ada penentuannya, baru melihat sebatas followersnya saja. Yang jelas sudah dicoret sejak awal Oktober lalu," imbuhnya.
Viral Anggaran Lem Untuk Siswa
Usai polemik anggaran Rp 5 M untuk Influencer dalam KUA-PPAS DKI Jakarta berakhir, kini terdapat lagi anggaran yang dinilai janggal.
Kejanggalan ini dibongkar oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI, William Aditya Sarana melalui akun twitter resminya @willsarana.
Anggaran yang dinilai janggal ini adalah tentang pembelian lem aibon dengan jumlah anggaran yang fantastis, yaitu 82 milyar lebih.
Dalam cuitannya tersebut, ia mempertanyakan fungsi lem aibon yang yang akan disuplay oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta kepada setiap murid 2 kaleng sebulan.
William juga berjanji akan buka-bukaan mengenai anggaran APBD DKI Jakarta jika tweetnya banyak diretweet.
Sampai saat ini, tweet tersebut telah diretweet sebanyak 2,6 ribu.
Baca: Pasar Sangatta Utara Dijadikan Tempat Ngelem
Baca: Satpol PP Jaring 15 PSK dan Anak Ngelem
Baca: Jangan Merokok dan Ngelem
"Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan.
Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya.
Buat apa?
Kalau banyak yang RT besok pagi saya akan buka-bukaan soal anggaran DKI," tulisnya
Bahkan salah seorang netizen menyoroti tentang terbengkalainya rencana rehab sekolah yang mau rubuh di tahun anggaran 2019 namun secara sepihak dibatalkan oleh pemerintah DKI Jakarta.
"Bnyk Rehab sekolah TA 2019 di @DKIJakarta sdh di lelangkan ttpi dibatalkan sepihak oleh @DKIJakarta
dgn alasan efisiensi anggaran. Pdhal sbgian sekolah yg akan direhab sdh hmpir rubuh & tak layak pakai.
Smntra anggaran RTH, taman & byk lagi yg blm begitu pntng direalisasikan." tulis akun Andreas
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Heboh Anggaran Rp 5 M untuk Influencer Luar Negeri, Ini Penjelasan Dinas Pariwisata DKI, Anies Perintahkan Anak Buah Sisir Ulang Rancangan APBD 2020 dan Setelah Direvisi, DKI Ajukan KUA-PPAS 2020 Sebesar Rp 89 Triliun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anies-baswedan-terapkan-kebijakan-ahok-yang-pernah-dikritik-ini-alasan-yang-diurai-gubernur-jakarta.jpg)