Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh
Massa perusuh meminta TNI/Polri membebaskan 6 kawan mereka dibarter dengan pembebasan 500-an warga yang mereka sandera.
500-an warga terdiri balita, anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak ditahan dalam Gereja Kibaid dan Honai.
Sekitar pkl 12.00 WIT negosiasi dilakukan oleh 2 orang negosiator perwakilan TNI/POLRI tanpa membawa senjata berlangsung alot.
Pihak aparat keamanan tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut oleh massa perusuh karena sudah diblokade dan mengancam pihak aparat keamanan apabila melintasi wilayah yang di blokade tersebut maka keselamatan 500-an orang yang tersandera jadi taruhannya.
Proses penyerahan pada pkl 16.30 masih saja berlangsung alot meskipun 6 tersangka massa perusuh sudah dihadirkan untuk ditukarkan dengan 500 warga koban sandera.
Tahap pembebasan warga tersebut belangsung dalam 2 gelombang.
Gelombang pertama penyerahan sandera pukul 19.00 sekitar 400 orang terdiri balita, anak-anak, ibu-ibu dan bapak- bapak yang disandera dihadirkan untuk diserahkan ke aparat keamanan.
Setelah penyerahan gelombang I selesai dilaksanakan, proses penyerahan gelombang ke dua dengan 100 warga yang masih tersandera di Gereja Kibaid dan Honai dilaksanakan pada pkl 22.00 WIT.
Setelah 500 warga berhasil dibebaskan, satu persatu warga koban sandera melintasi blokade disambut haru oleh keluarga yang menunggu di seberang blokade.
Para korban sandera tersebut langsung dievakuasi untuk dibawa ke tempat pengungsian, terlihat pancaran raut muka bahagia, tangis ketakutan dan trauma yang mendalam terpancar dari raut wajah mereka.
5 Tersangka
Hingga Senin (30/9/2019), pihak kepolisian sudah menetapkan sebanyak 5 tersangka terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019).
"Dari hasil pemeriksaan, 5 tersangka yang sudah ditetapkan oleh polres Wamena," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan,
Ia belum merinci lebih jauh mengenai peran kelima tersangka.
Namun, Dedi menuturkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan para pelaku bukan berasal dari Wamena.
Saat ini, Dedi mengatakan bahwa secara umum situasi di Wamena sudah kondusif.
Saat ini, aparat fokus melakukan perbaikan pada fasilitas publik yang rusak.
Nantinya, jika situasi sudah kondusif dan kondisi psikologis para korban membaik, mereka yang mengungsi akan dikembalikan ke rumah masing-masing.
Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh
Artikel ini dikompilasi dari Tribunnews.com dengan judul Polri: Pelaku Pembakaran dan Tindak Kekerasan Bukan Penduduk Asli Wamena, "Polisi Sebut Ada 5 Tersangka terkait Kerusuhan Wamena"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-asli-papua-bantu-warga-pendatang.jpg)