Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh

Massa perusuh meminta TNI/Polri membebaskan 6 kawan mereka dibarter dengan pembebasan 500-an warga yang mereka sandera.

Editor: Tariden Turnip
facebook/surga kecil yang jatuh ke bumi
Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh. Warga asli Wamena membantu warga pendatang mengungsi saat kerusuhan meletus Senin (23/9/2019) 

Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh  

TRIBUN-MEDAN.COM - Berdasarkan hasil penyelidikan sekaligus pemetaan yang dilakukan Polri diketahui yang melakukan pembakaran dan tindak pidana kekerasan di Wamena, Jayawijaya bukan orang asli atau penduduk Lembah Baliem.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan justru penduduk asli Wamena ikut melindung para pendatang saat terjadi kerusuhan.

“Pelaku pembakaran bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem).

Mereka justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja,” kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (29/9/2019).

Menurut Dedi, kepala suku Lembah Baliem (Wamena) Agus Hubi Lapago secara khusus meminta para pendatang untuk tidak mengungsi karena yakin masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua pendatang.

“Karena mereka yakin para perusuh adalah kelompok di luar Wamena,” ujarnya.

Baca: Fadli Zon Tergeser dari Kursi Pimpinan DPR, Prabowo Tunjuk Langsung Sufmi Dasco Ahmad

Baca: Iis Dahlia Kehilangan Uang Ratusan Juta saat Liburan di London, Kesal Pihak Hotel Tak Tanggung Jawab

Baca: Kisah Jenderal Ahmad Sukendro yang Jadi Target Penculikan G30S/PKI, Tapi Akhirnya Selamat

Senada Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal dalam keterangannya hari Minggu (29/9/2019) mengatakan pelaku kerusuhan di Wamena bukanlah warga asli.

"Pelaku pembakaran bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem).

Mereka justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja," paparnya.

M. Iqbal menambahkan kepala suku Lembah Baliem (Wamena) Agus Hubi Lapago secara khusus meminta para pendatang untuk tidak mengungsi karena sangat yakin masyarakat asli Wamena sangat mencintai warga pendatang

"Karena mereka yakin para perusuh adalah kelompok di luar Wamena," ujarnya.

Baca: Janda Muda 22 Tahun Mengaku Diperkosa saat Tertangkap Basah Berhubungan Intim di Semak-semak

Baca: TERUNGKAP Motif Ratmiati Dihabisi Selingkuhannya setelah Berhubungan Badan saat Suami di Warung

M. Iqbal juga meluruskan, bahwa sasaran kekerasan pada kerusuhan sepekan lalu itu tidak hanya ditujukan kepada etnis tertentu saja yang tinggal disana.

"Pelaku mencari korban tidak ditujukan ke etnis tertentu, tapi membabi-buta," ucapnya.

Salah seorang yang lolos adalah Mus Mulyadi yang memulai ceritanya pada Senin pagi Senin pagi sekitar pukul 08.00, 23 September lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved