Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh

Massa perusuh meminta TNI/Polri membebaskan 6 kawan mereka dibarter dengan pembebasan 500-an warga yang mereka sandera.

Editor: Tariden Turnip
facebook/surga kecil yang jatuh ke bumi
Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Angkat Bicara, dan Detik-detik 500-an Warga Disandera Perusuh. Warga asli Wamena membantu warga pendatang mengungsi saat kerusuhan meletus Senin (23/9/2019) 

Pria asal Sumatera Barat ini sedang berjualan aneka makanan. Sate padang, lontong sayur, dan gado-gado sudah rapi tertata pada wadahnya.

"Saya baru buka. Pembeli baru satu-dua. Langsung pecah (kericuhan). Saya langsung jemput anak saya di sekolah," tutur Mus yang sudah bermukim di Wamena sejak 2006 lalu.

Selang 15 menit, pembakaran terjadi di samping SMP, cerita Mus

"Setelah anak saya bawa pulang, kantor bupati dibakar. Selanjutnya POM bensin dibakar, merembet ke Woma," papar Mus saat ditemui di penampungan Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Sentani oleh wartawan Enggel Wolly yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (30/09).

Dalam kondisi tegang, Mus mengaku keluarganya dan ratusan orang lain diselamatkan penduduk asli Wamena.

"Kita 250 orang dibawa ke gereja, diungsikan, diselamatkan. Orang Padang, Jawa, Makassar dimasukkan ke gereja. Yang menyelamatkan asli orang Wamena. Mereka juga yang menjaga serta mengawal kami sepanjang hari itu," ungkapnya.

wamena

ANTARA/IWAN ADISAPUTRA / 
Suasana ruangan Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (26/9). Kerusuhan yang terjadi pada Senin (23/9) tersebut mengakibatkan puluhan orang meninggal dan sejumlah bangunan terbakar dan rusak

Setelah kondisi kelihatannya aman, Mus dan keluarganya mengungsi ke Komando Distrik Militer Jayawijaya.

Mereka tinggal di sana selama semalam, untuk kemudian mengungsi ke Jayapura menggunakan pesawat maskapai Trigana.

Mengingat kembali kerusuhan di Wamena, Mus mengaku tidak merasakan tanda-tanda konflik horizontal.

"Saya dan keluarga hidup berdampingan dan sangat rukun. Masyarakat lokal, secara khusus orang Lembah Baliem sudah seperti keluarga saya sendiri. Putra daerah saya malah dekat dengan kita orang Padang. Kita sekolahkan dia, kita kasih makan, kita kasih gaji," paparnya.

Ditambahkan Mus, dia dan keluarganya masih menunggu hingga kondisi kembali kondusif.

"Untuk sementara kita di Sentani dulu, memang sebagian besar harta benda seperti tempat jualan dan sebagian rumah sudah hangus terbakar. Kalau kondisi aman, kita pasti kembali lagi untuk memulai usaha kita dari awal lagi," pungkasnya.

Data yang dirilis Kodim 1702/Jayawijaya mencatat ada 6.784 warga di Wamena yang kini tengah mengungsi ke sejumlah titik pengungsian seperti di kantor polisi, Markas Kodim, gereja dan lainnya.

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso kepada Kompas bahkan menyebutkan jumlah warga yang mendaftar untuk dievakuasi ke Jayapura pada hari Minggu (29/9/2019) telah mencapai 10.000 orang.

Mereka umumnya warga pendatang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved