Breaking News

Berita Medan

Sopir Ekspedisi dari Jakarta Diduga Dirampok di Medan, Disekap hingga Truk Disandera

Dari Jakarta, sopir ekspedisi diduga jadi korban perampokan di Medan: disekap hingga truk disandera.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tria Rizki

Tapi karena lapar, mereka berhenti untuk makan siang sebentar.

Tak lama kemudian, Willy kembali menghubungi dan bilang sales sudah di depan truk, dan minta terus diikuti daek belakang.

Willy berpesan, kalau ditanya apakah di dalam truk ada barang, harus dijawab ada, walaupun sebenarnya belum ada.

Namun, apabila ada yang meminta boks kontainer dibuka, tidak diperbolehkan, dan harus menunggu perintah Willy, dan Gilang.

Setelah beberapa menit melaju, sampailah mereka ke parkiran masjid.

Kemudian, tak lama kemudian sejumlah orang mendatangi Moga, dan kernetnya.

Mereka menanyakan apakah boks kontainer berisikan barang, dan Moga menjawab iya.

Namun ketika sejumlah orang meminta boks dibuka, ia menolak.

"sesudah itu, datanglah orang-orang sama saya. Beberapa orang itu ada lima atau enam orang, atau tujuh orang, enggak tahu,"ungkapnya.

"Saya enggak mau buka box, gara-gara perintah si Willy sama si Gilang ini, sama admin katanya,"sambungnya.

Sempat terjadi perdebatan, dan sejumlah orang yang datang bersikeras minta kontainer dibuka.

Bahkan, mereka menyatakan, sambil menunjukkan sudah mentransfer uang senilai ratusan juta ke Willy, maupun ke Gilang.

Akan tetapi Moga tetap menolak, karena belum mendapatkan arahan lagi dari Willy dan Gilang.

"Jadi sampai sore, sampai sore gitu, bang, gimana, bang. Ini sudah kita transfer ini, Rp230 juta," katanya.

Ketika Moga menanyakan kepada Willy maupun Gilang, keduanya tetap tidak mengizinkan boks kosong dibuka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved